SERUNI.CO – Upaya memperkokoh kemitraan strategis terus dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Kolaborasi ini diwujudkan lewat serangkaian langkah inovatif demi menyokong transformasi bisnis, meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah, serta membangun ekosistem penyelenggaraan ibadah haji yang terpadu dan modern.
Pernyataan komitmen ini disampaikan oleh Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, saat menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Pendaftar Haji Baru Bank Muamalat Wilayah Yogyakarta bersama jajaran pimpinan dan insan Bank Muamalat pada Kamis (23/7).
“Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat,” ujar Harry.
Guna menyokong proses transformasi di tubuh Bank Muamalat, BPKH tengah merancang beberapa program strategis.
Inisiatif tersebut dirancang untuk menaikkan mutu pelayanan jemaah sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis bagi pihak perbankan.
Salah satu langkah yang dijalankan yakni pemanfaatan BPKH Apps. Lewat aplikasi ini, BPKH mendorong optimalisasi pelayanan bagi jemaah haji tunggu melalui pengintegrasian prosedur pembukaan rekening setoran serta rekening pelunasan haji di Bank Muamalat.
Integrasi sistem tersebut diproyeksikan mampu memperluas jangkauan akuisisi nasabah haji, mendongkrak aktivitas cross selling, serta memberikan sumbangsih pada pertumbuhan margin income Bank Muamalat yang bersumber dari produk tabungan setoran maupun pelunasan.
Di samping itu, BPKH dan Bank Muamalat memperkuat tata kelola likuiditas penyelenggaraan Keuangan Haji melalui optimalisasi dana setoran awal serta dana pelunasan.
Pengelolaan dana yang kian optimal ini diharapkan sanggup memperkokoh struktur pendanaan Bank Muamalat sekaligus memperbesar kapasitas bank dalam menopang pembiayaan dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Pada sektor digital, BPKH mendorong perluasan ekosistem pembayaran elektronik lewat integrasi payment gateway Bank Muamalat dengan bermacam mitra strategis.
Langkah integrasi ini akan memperluas cakupan pemanfaatan layanan perbankan Bank Muamalat untuk beragam transaksi publik, membuka peluang peningkatan fee based income, serta mempertegas posisi Bank Muamalat sebagai mitra strategis pada ekosistem layanan haji nasional.
“Kami ingin sinergi BPKH dan Bank Muamalat menghasilkan manfaat yang terukur. Tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah, tetapi juga memperkuat bisnis Bank Muamalat melalui peningkatan akuisisi nasabah haji, penguatan likuiditas, pengembangan layanan digital, serta terciptanya sumber-sumber pendapatan baru. Ketika Bank Muamalat tumbuh semakin kuat, maka pelayanan kepada jemaah haji juga akan semakin optimal,” tutup Harry. (*)












