SERUNI.CO – Sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pemuda di Jalan Rimbo Tarok, kawasan Lapau Mangih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menyisakan keheranan mendalam di tengah masyarakat.
Insiden berdarah yang menimpa pengemudi sepeda motor Yamaha Aerox tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026) siang, selang beberapa saat sebelum pelaksanaan shalat Jumat.
Bagi penduduk yang tinggal di sepanjang jalur Rimbo Tarok, musibah fatal ini terasa mengejutkan sekaligus di luar kebiasaan.
Sebab, ruas jalan di wilayah Kuranji tersebut selama ini dikenal cukup aman dan terhitung minim riwayat kecelakaan lalu lintas.
Secara fisik, kondisi permukaan aspal di lokasi kejadian tergolong bagus, mulus, serta memiliki rute yang terbentang lurus.
Kualitas infrastruktur jalan yang memadai inilah yang membuat warga setempat terheran-heran atas terjadinya insiden hingga menelan korban jiwa di tempat.
Keterangan terkait kejanggalan lokasi musibah diutarakan oleh warga setempat bernama Apuk.
Menurut pengalamannya, ruas jalan di area pemukimannya hampir tidak pernah menjadi titik rawan insiden lalu lintas.
“Lokasi di sini tergolong jarang sekali terjadi kecelakaan. Jalannya tidak rusak dan cenderung lurus,” kata Apuk.
Rasa heran Apuk bertambah mengingat tingkat keparahan insiden kali ini sampai mengakibatkan pengendara motor wafat seketika di lokasi.
“Apalagi kalau sampai ada kecelakaan berat yang memakan korban jiwa sampai meninggal di tempat seperti ini, itu sangat jarang terjadi,” ia menambahkan.
Kepanikan sempat menyelimuti warga saat insiden terjadi. Apuk, yang semula berada di dalam rumah, bergegas keluar usai mendengar keramaian.
Saat berada di luar, ia menyaksikan barisan kendaraan warga maupun pengguna jalan telah menumpuk dan berhenti di tepi jalan.
Berdasarkan keterangan yang berkembang di kerumunan massa, pengendara sepeda motor Aerox tersebut menderita luka benturan yang amat parah di bagian kepala.
Warga lainnya, Mei, turut membenarkan bahwa perlintasan tempat terjadinya musibah umumnya terpantau aman serta tertib dilalui kendaraan.
Mei menuturkan bahwa peristiwa yang mengagetkan masyarakat Lapau Mangih ini berlangsung sangat cepat saat mendekati waktu ibadah Jumatan.
Ia mengaku terkejut ketika mendengar hantaman keras yang bersumber dari arah jalan raya di depan pemukiman warga.
“Untuk kronologi pastinya saya kurang tahu, cuma tadi mendengarkan suara benturan yang sangat besar dari arah jalan raya,” kata Mei.
Usai dentuman keras tersebut, warga yang mendekati lokasi kejadian menemukan korban telah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa tepat di depan area gudang alat berat.
Keadaan perlintasan yang lurus serta tanpa lubang memicu bermacam asumsi di tengah warga mengenai penyebab utama korban sampai hilang kendali atau mengalami benturan.
Di lokasi insiden, sempat beredar kabar bahwa korban merupakan seorang pekerja berseragam PLN dan diduga sempat berbenturan dengan moda mobil tangki.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kelalaian, laju kendaraan yang tinggi, atau keterlibatan armada besar lain yang menjadi pemicu utama di lintasan lurus tersebut.
Sebagai langkah penanganan awal guna menutup jejak insiden berdarah di jalan mulus tersebut, warga berinisiatif menutupi sisa kecelakaan memakai hamparan pasir dan dedaunan. (*)












