Berita

Komunitas Seni Nan Tumpah Menuju Sekolah Seni Nonformal Resmi

×

Komunitas Seni Nan Tumpah Menuju Sekolah Seni Nonformal Resmi

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali memperkuat eksistensinya dalam membangun ekosistem pendidikan seni di Sumatera Barat.

Melalui pembukaan Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) Angkatan 3, komunitas ini membawa visi besar untuk bertransformasi menjadi institusi pendidikan nonformal yang memiliki legalitas resmi.

Program ini secara resmi dimulai pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Ruangtemu Nan Tumpah, Korong Kasai, Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman.

Langkah strategis ini menjadi tonggak bagi KSNT dalam menghadirkan sistem pendidikan seni yang lebih terstruktur dan diakui di level nasional.

Antusiasme Peserta dan Kebijakan Baru

Sejak masa pendaftaran pada 8 hingga 16 April 2026, program ini berhasil menarik minat 144 peserta dari beragam kelompok usia.

Meskipun pertumbuhan jumlah peserta tergolong stabil dibandingkan angkatan sebelumnya, hal ini dinilai sebagai bentuk loyalitas dan kepercayaan publik.

“Kenaikannya pelan, tapi konsisten. Ini tanda Kelana makin dipercaya masyarakat sebagai ruang belajar seni yang aman dan menyenangkan,” ungkap Desvy, Wali Kelas Kelana Akhir Pekan.

Pada angkatan kali ini, manajemen menerapkan aturan baru yang lebih disiplin. Peserta dibatasi hanya boleh mengambil maksimal dua kelas pertunjukan dan satu kelas non-pertunjukan.

Baca Juga  Fadly Amran Siapkan Perda Penguatan Nagari untuk Jaga Nilai Adat di Padang

Kebijakan ini bertujuan agar siswa tetap fokus dan menghindari potensi bentrokan jadwal selama proses belajar.

Kelas Silat Jadi Primadona

Dari tujuh kelas yang ditawarkan, Kelas Silat menjadi yang paling populer dengan jumlah 62 peserta. Berikut adalah rincian distribusi peserta di kelas lainnya:

  • Kelas Tari Anak-anak & Seni Rupa: Masing-masing 51 peserta.
  • Kelas Teater: 49 peserta.
  • Kelas Tari Remaja: 19 peserta.
  • Kelas Menulis Kreatif: 17 peserta.
  • Kelas Musik dan Vokal: 14 peserta.

Desvy menjelaskan bahwa total akumulasi per kelas melebihi jumlah individu peserta karena banyak siswa yang mengambil lebih dari satu bidang peminatan.

Visi Legalitas dan Rekognisi Nasional

Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, menegaskan bahwa Kelana Akhir Pekan kini tengah diproyeksikan untuk menjadi Sekolah Nonformal dengan payung hukum yang jelas.

Upaya ini mencakup penajaman kurikulum, sistem penilaian yang lebih terukur, hingga asesmen capaian belajar.

“Komunitas Seni Nan Tumpah sedang dalam upaya memproyeksikan Program Kelana Akhir Pekan yang lebih terstruktur untuk menuju bentuk Sekolah Non Formal dengan legalitas resmi sehingga nantinya dapat terhubung langsung ke Satuan Pendidikan Non Formal,” ujar Mahatma.

Baca Juga  Avsec BIM Gagalkan Penyelundupan 2,8 Kg Sabu ke Jakarta

Status legal ini nantinya akan memungkinkan KSNT bersinergi dengan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) di bawah Kemendikdasmen.

Target utamanya adalah agar sertifikat yang diterima peserta memiliki rekognisi atau pengakuan yang lebih kuat di dunia profesional maupun akademik.

Target Gelar Karya Juli 2026

Program ini akan berlangsung selama 16 kali pertemuan, yang terdiri dari 11 sesi reguler dan 5 sesi pendalaman materi.

Manager Program KSNT, Fajry Chaniago, menekankan pentingnya kedisiplinan peserta serta dukungan orang tua untuk mencapai hasil maksimal.

Rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada minggu keempat Juli 2026 melalui ajang evaluasi bertajuk ‘Gelar Karya’ Angkatan 3.

Acara ini akan menjadi panggung pembuktian bagi para peserta sekaligus etalase bagi model pendidikan seni berbasis komunitas yang kini sedang meniti jalan menuju profesionalisme formal. (*)