SERUNI.CO – Aksi penyelamatan dramatis dilakukan oleh Tim Kantor SAR Kelas A Padang terhadap kapal nelayan KM Halim Wijaya yang mengalami gangguan mesin di kawasan perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Kendati proses evakuasi sempat terhambat oleh cuaca ekstrem serta hempasan gelombang tinggi, seluruh penumpang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan tanpa cedera.
Peristiwa ini bermula saat KM Halim Wijaya yang mengangkut dua orang awak memulai pelayaran dari Sasak, Pasaman Barat, menuju Bungus, Kota Padang, pada Rabu (5/8/2026) kira-kira pukul 10.00 WIB.
Akan tetapi, pada pukul 16.00 WIB, armada tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesin hingga tak mampu melanjutkan perjalanan.
Langkah perbaikan yang diusahakan oleh para kru di lokasi hingga malam hari pun tidak membuahkan hasil.
Lantaran situasi kian darurat, salah seorang awak kapal bernama Ali berinisiatif menghubungi pemilik kapal, Medri, sekitar pukul 21.00 WIB untuk melaporkan kondisi mereka.
Laporan musibah itu kemudian diteruskan ke pihak Kantor SAR Kelas A Padang pada pukul 22.02 WIB, yang langsung direspons dengan pengerahan operasi pertolongan.
Menerima informasi tersebut, Tim SAR segera menerjunkan armada KN SAR Yudistira beserta personel penyelamat menuju titik lokasi kejadian.
“Pada pukul 23.56 WIB, karena badai dan gelombang setinggi sekitar tiga meter, KN SAR Yudistira tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan sehingga kembali ke Pelabuhan Bungus untuk menunggu kondisi cuaca membaik,” terang Kepala Kantor SAR Kelas A Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik.
Setibanya cuaca yang lebih kondusif sekitar pukul 03.45 WIB, Tim SAR bergegas melanjutkan perjalanan menuju area pencarian.
Guna mempercepat penyisiran terhadap keberadaan kapal yang terlunta-lunta, tim turut mengerahkan armada pendukung yakni RIB 02 mendampingi KN SAR Yudistira.
Tepat pukul 05.00 WIB, tim penyelamat tiba di lokasi sasaran dan langsung menyisir area di sekeliling koordinat terakhir kapal tersebut.
Berkat upaya tersebut, pada pukul 06.20 WIB, keberadaan KM Halim Wijaya berhasil diidentifikasi dalam keadaan terapung beserta dua orang awak kapal dalam kondisi selamat.
“Tim berhasil menemukan KM Halim Wijaya pada pukul 06.20 WIB dan langsung melakukan evakuasi dengan cara menarik kapal menuju Pelabuhan Bungus,” tutur Abdul Malik.
Tahapan penarikan kapal berjalan tanpa hambatan sampai akhirnya rombongan sandar di Pelabuhan Bungus tepat pukul 09.05 WIB.
Abdul Malik menegaskan bahwa seluruh awak dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa. Usai proses penanganan selesai, para personel menggelar debriefing sebelum operasi kemanusiaan tersebut diajukan untuk ditutup.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Setelah debriefing selesai dilaksanakan, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” tambahnya.
Sepanjang pelaksanaan operasi SAR ini, Kantor SAR Kelas A Padang mengandalkan beragam fasilitas pendukung penyelematan, mulai dari KN SAR Yudistira, RIB 02, perlengkapan penyelamatan air, sarana evakuasi, perlengkapan medis, hingga alat komunikasi.
Adapun tantangan terbesar yang dihadapi jajaran petugas di lapangan meliputi cuaca hujan yang memicu kenaikan gelombang air laut hingga setinggi 1,25 sampai 2,5 meter, disertai hempasan angin berkecepatan sekitar 10 knot. (*)












