BeritaHeadline

Cuaca Ekstrem Sumbar, SAR Padang Minta Nelayan Menunda Aktivitas Pelayaran

×

Cuaca Ekstrem Sumbar, SAR Padang Minta Nelayan Menunda Aktivitas Pelayaran

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik. (Foto: Istimewa)

SERUNI.CO – Imbauan tegas keselamatan dikeluarkan oleh Kantor SAR Kelas A Padang kepada seluruh nelayan maupun penyedia jasa transportasi laut di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem serta menghentikan sementara aktivitas pelayaran.

Peringatan ini dilayangkan menyusul rampungnya operasi penyelamatan Kapal Motor (KM) Halim Wijaya yang sempat mengapung akibat kerusakan mesin di perairan sekitar Pulau Angso Duo, Pariaman.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik, mengungkapkan bahwa pemberitahuan awal terkait insiden tersebut diterima dari pemilik kapal pada Rabu malam setelah perbaikan independen tidak membuahkan hasil.

“Awalnya kami menerima informasi bahwa Kapal Motor (KM) Halim Wijaya mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, perairan Pariaman. Kapal tersebut diketahui mulai mati mesin sekitar pukul 16.00 WIB. Kru kapal sempat berupaya melakukan perbaikan, namun tidak berhasil. Mereka kemudian melapor kepada pemilik kapal,” jelas Abdul Malik, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Potensi Landa Sejumlah Kecamatan di Kota Padang

Dihantam Gelombang 3 Meter, Tim SAR Kerahkan RIB 02

Usai menerima laporan pada pukul 22.00 WIB, pihak SAR bergegas melepas kapal penyelamat KN SAR Yudhistira bersama perwakilan agen kapal dari Pelabuhan Bungus tepat pukul 22.24 WIB.

Meski demikian, perjalanan tim penyelamat sempat terhalang tingginya empasan ombak di lautan.

“Di tengah perjalanan, cuaca buruk terjadi dengan gelombang mencapai hampir 3 meter, sehingga KN SAR Yudhistira terpaksa putar balik dan berlindung ke Bungus. Selanjutnya, kami menyiagakan dan memberangkatkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 untuk melanjutkan pencarian,” terang Malik.

Upaya nonstop personel SAR membuahkan hasil manis pada Kamis pagi. Tepat pukul 06.20 WIB, posisi KM Halim Wijaya berhasil diidentifikasi dan diselamatkan.

“Alhamdulillah, pada pukul 06.20 WIB, KM Halim Wijaya berhasil ditemukan. Seluruh kru yang berjumlah 2 orang dinyatakan selamat. Saat ini, kapal sedang ditunda (ditoing) oleh KN SAR Yudhistira menuju Bungus,” tambahnya.

Baca Juga  Balita yang Hilang di Ketaping Ditemukan Meninggal Dunia

Fakta Lapangan Gelombang Ekstrem, BMKG Imbau Kewaspadaan

Terkait pergerakan cuaca di perairan Sumatera Barat, Abdul Malik menyoroti adanya lonjakan ketinggian gelombang di lapangan yang melampaui prediksi teknis.

Walau kalkulasi BMKG Maritim mencatat tinggi gelombang berada pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter, kenyataan di laut menunjukkan tingginya hempasan ombak yang sanggup menembus angka 3 meter.

Kondisi tersebut memperbesar bahaya bagi armada yang mengalami mati mesin untuk terisi air hingga terbalik di tengah laut.

“Berdasarkan informasi BMKG Maritim, cuaca cukup ekstrem ini diprakirakan berlangsung hingga tanggal 8. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa kelautan di Sumatera Barat, khususnya kapal-kapal berukuran kecil yang tidak memadai untuk menembus gelombang tinggi tersebut agar menunda pelayaran demi keselamatan,” tegas Kepala SAR Padang tersebut. (*)