SERUNI.CO – Bahaya vertigo penting untuk diwaspadai oleh masyarakat luas, terutama jika sensasi pusing ini sering muncul secara mendadak, terjadi berulang, dan bertahan dalam durasi yang lama.
Dengan memahami risiko yang ada, Anda dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengambil tindakan penanganan serta pencegahan yang tepat agar gejala yang muncul tetap terkontrol.
dr. Marianti, seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta (2006) yang telah berpengalaman sebagai dokter umum dan dokter perusahaan selama 8 tahun, menjelaskan bahwa vertigo bukanlah kondisi yang bisa diabaikan begitu saja.
Secara definisi, vertigo merupakan sensasi kehilangan keseimbangan yang membuat penderitanya merasa seolah-olah diri sendiri atau lingkungan di sekitarnya sedang berputar.
Serangan hebat ini dapat terjadi secara tiba-tiba, berlangsung selama beberapa detik, bahkan bisa bertahan jauh lebih lama hingga mengganggu aktivitas fisik.
Walaupun kondisi ini sering kali dipicu oleh faktor stres dan dapat membaik dengan sendirinya, vertigo tidak boleh dianggap remeh karena bisa menjadi indikasi adanya penyakit tertentu.
Tingkat bahaya vertigo sangat bergantung pada faktor penyebab utamanya, seperti adanya masalah pada telinga bagian dalam atau gangguan yang terjadi di otak.
Jenis-Jenis Vertigo dan Gejalanya
Berdasarkan faktor penyebabnya, dalam dunia medis vertigo secara garis besar dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
- Vertigo Sentral: Jenis vertigo yang dipicu oleh adanya gangguan pada susunan saraf pusat atau otak, seperti infeksi, stroke, hingga cedera kepala.
- Vertigo Perifer: Jenis vertigo yang terjadi akibat gangguan pada saraf atau organ keseimbangan di dalam telinga bagian dalam (misalnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo atau BPPV, penyakit Meniere, labirinitis, atau neuritis vestibular). Vertigo perifer ini merupakan jenis yang paling sering ditemukan di masyarakat.
Saat serangan vertigo datang melanda, penderita umumnya akan merasakan sejumlah gejala klinis berikut:
- Rasa pusing berputar atau sekeliling terlihat bergerak meski penderita sedang dalam keadaan diam.
- Gerakan mata yang abnormal dan tidak terkendali (nistagmus).
- Mual disertai muntah.
- Sakit kepala.
- Keringat dingin berlebih.
- Suara berdenging di dalam telinga (tinnitus) atau gangguan pendengaran.
Beragam Bahaya Vertigo yang Wajib Diwaspadai
Ketika seseorang mengalami serangan vertigo, kondisi tersebut membawa sejumlah risiko keselamatan dan kesehatan yang signifikan, di antaranya:
- Kecelakaan Saat Berkendara: Jika Anda sering mengalami sensasi pusing berputar namun tetap memaksakan diri mengendarai kendaraan, risiko kecelakaan lalu lintas akan meningkat tajam. Vertigo yang kambuh mendadak di jalan raya sangat membahayakan keselamatan diri Anda dan pengguna jalan lainnya.
- Terjatuh Akibat Kehilangan Keseimbangan: Kegagalan tubuh dalam menjaga posisi tegak dan keseimbangan dapat menyebabkan penderita jatuh tersungkur. Dampaknya bisa berupa cedera fisik ringan hingga trauma kepala yang fatal.
- Gangguan Pendengaran: Apabila vertigo disebabkan oleh kerusakan organ di dalam telinga, kekambuhan yang terus-menerus bisa memicu penurunan daya dengar, telinga berdenging kronis, hingga hilangnya pendengaran.
- Hambatan dalam Aktivitas Sehari-hari: Pada kasus yang sudah bersifat kronis, vertigo menghambat produktivitas kerja karena sifatnya yang muncul tiba-tiba. Penderita akan kesulitan sekadar untuk berdiri atau berjalan sehingga membatasi pekerjaan sehari-hari.
- Sinyal Penyakit Stroke dan Masalah Otak: Vertigo yang sering kambuh disertai gejala penyerta seperti kelemahan satu sisi anggota tubuh, gangguan penglihatan, atau kesulitan mengontrol gerakan tubuh, bisa menjadi alarm awal gangguan saraf. Salah satunya adalah penyakit stroke yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan permanen hingga mengancam nyawa.
Tips Efektif Mengurangi Risiko Bahaya Vertigo
Melihat dampaknya yang cukup serius, penanganan medis sejak diri oleh dokter sangatlah direkomendasikan. Guna meminimalisasi risiko dan bahaya komplikasi, berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
- Lakukan pemeriksaan medis secara rutin ke dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes, atau stroke.
- Batasi dan kontrol ketat asupan konsumsi garam harian guna meminimalkan keparahan gejala pada penderita penyakit Meniere.
- Jalani terapi fisik terarah untuk memperbaiki sistem keseimbangan tubuh sekaligus memperkuat otot agar tidak mudah terjatuh.
- Hindari melakukan perubahan posisi tubuh (seperti bangun tidur atau menoleh) secara mendadak.
- Jangan memaksakan diri membaca sesuatu atau melihat layar gawai saat serangan pusing mulai terasa.
- Segera cari tempat duduk atau berbaring begitu merasakan gejala awal vertigo guna mencegah jatuh.
- Ikuti petunjuk dokter untuk melakukan rehabilitasi vestibular secara berkala, contohnya melalui metode manuver Epley.
Jangan pernah mengabaikan atau menganggap remeh keluhan vertigo yang Anda rasakan.
Segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan tepat demi menghindari berbagai bahaya kesehatan di atas. (*)







