Berita

HUT ke-14 Pupuk Indonesia, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Geopolitik Global

×

HUT ke-14 Pupuk Indonesia, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Merayakan hari jadi yang ke-14, PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan posisinya sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

Mengusung tema “Transform, Sustain, Empower”, momentum ini menjadi ajang refleksi atas keberhasilan transformasi perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk domestik sekaligus merespons dinamika rantai pasok global yang kian kompleks.

Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi dunia, Indonesia muncul sebagai produsen urea strategis yang mampu menjaga keseimbangan pasar.

Prioritas Domestik dan Kontribusi Global Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan petani dalam negeri tetap menjadi prioritas mutlak.

Dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun (termasuk 9,4 juta ton urea), Indonesia memiliki fundamental yang kokoh.

Baca Juga  Hasil Seleksi SNBP 2026 Resmi Diumumkan, 179.001 Siswa Lolos

“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Namun, setelah kebutuhan domestik aman, kita memiliki potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton yang dapat digunakan untuk mendukung stabilitas pasokan pupuk global,” ujar Rahmad.

Transformasi Kebijakan dan Revitalisasi Pabrik Langkah strategis perusahaan didukung oleh payung hukum terbaru, yakni Perpres No. 6 Tahun 2025 dan Perpres No. 113 Tahun 2025.

Kebijakan ini mengubah skema subsidi menjadi market-based mechanism atau Marked-to-Market (MtM), yang memberikan fleksibilitas finansial bagi perusahaan untuk melakukan percepatan revitalisasi.

Dalam lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan peremajaan tujuh pabrik guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri pupuk nasional.

Dampak Nyata bagi Petani Transformasi ini telah membuahkan hasil konkret di lapangan, antara lain:

  • Penurunan HET: Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi turun sebesar 20% pada tahun 2025.
  • Kenaikan Penyerapan: Penyerapan pupuk subsidi pada kuartal I 2026 melonjak 31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Distribusi Tepat Waktu: Penyaluran berhasil dilakukan tepat waktu sejak awal tahun selama dua tahun berturut-turut.
Baca Juga  Pendaftaran CPNS 2026 Segera Dibuka, Formasi Rilis Mei, Seleksi Dimulai Juni

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menambahkan bahwa penguatan fondasi industri ini menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang tinggi di kancah internasional.

“Banyak negara kini membutuhkan urea dari Indonesia. Ini adalah peluang sekaligus tanggung jawab kita untuk menjaga keseimbangan pasokan dunia,” tuturnya.

Di usia ke-14 ini, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi industri yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan demi kedaulatan pangan Indonesia yang lebih kuat. (*)