SERUNI.CO – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal sebagai upaya memenuhi kecukupan gizi masyarakat.
Langkah ini diambil untuk mengedukasi warga bahwa sumber karbohidrat berkualitas tidak hanya berasal dari beras.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menegaskan bahwa penganekaragaman konsumsi ini sangat memungkinkan mengingat melimpahnya potensi alam di daerah tersebut.
Jagung, ubi-ubian, talas, pisang, hingga singkong merupakan deretan pangan lokal yang siap menjadi pendamping atau pengganti nasi.
Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah pemahaman mengenai kesetaraan porsi.
Ekadiana menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan energi jika tidak mengonsumsi nasi, asalkan takarannya tepat.
“Masyarakat harus paham, kenyang itu tidak harus nasi. Satu porsi nasi (100 gram) itu setara dengan dua buah kentang, tiga buah jagung, atau 1,5 potong singkong,” jelasnya di Simpang Empat, Minggu (5/4/2026).
Selain mengenyangkan, pangan lokal di Pasaman Barat memiliki keunggulan nutrisi yang spesifik:
- Kentang: Kaya serat dan antioksidan.
- Pisang: Tinggi zat besi, sangat baik untuk sirkulasi darah.
- Jagung: Serat tinggi yang efektif mencegah sembelit.
- Talas: Sumber kalsium tinggi untuk kesehatan tulang.
- Singkong & Ubi Jalar: Rendah indeks glikemik, membantu mengurangi risiko diabetes.
Program ini tidak hanya berhenti pada teori. Dinas Ketahanan Pangan aktif turun ke lapangan melalui kegiatan Gelar Pangan Murah, edukasi di puskesmas, serta pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Fokus utamanya adalah penerapan pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).
“Melalui pangan lokal, masyarakat bisa hidup lebih sehat dan bahagia. Kami ingin menciptakan generasi yang aktif dan produktif dengan tidak bergantung pada satu jenis makanan pokok saja,” tambah Ekadiana.
Meskipun stok beras di Pasaman Barat saat ini terpantau aman tanpa kendala, gerakan diversifikasi tetap dipacu sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas SDM di masa depan. (*)












