SERUNI.CO – Menyusul rampung dan beroperasinya 100 persen jalur utama Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Sicincin-Padang, PT Hutama Karya (Persero) kini mengalihkan fokus penuhnya untuk mempercepat pengerjaan Akses Lubuk Alung sepanjang 2,4 kilometer.
Langkah ini digenjot guna mendongkrak konektivitas, aksesibilitas, serta mempermudah mobilitas harian masyarakat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Hingga periode saat ini, capaian progres fisik pembangunan Akses Lubuk Alung tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 24,06 persen.
Untuk mengejar target, sejumlah pengerjaan teknis kini tengah intensif dilakukan di lapangan.
Meliputi pekerjaan timbunan, pemasangan bored pile pada Abutment 1 Jembatan Irigasi, pembuatan slab overpass interchange, konstruksi box culvert, hingga penghamparan lean concrete (lantai kerja) di beberapa titik lokasi proyek tol.
Seluruh tahapan konstruksi tersebut dieksekusi secara bertahap. Manajemen tetap memprioritaskan mutu bangunan, ketepatan jadwal pelaksanaan, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di seluruh zona proyek agar operasional berjalan aman dan sesuai regulasi.
Prioritaskan Kualitas dan Standardisasi K3
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menerangkan bahwa pihak korporasi terus mengawal agar setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan dengan tidak mengabaikan faktor kualitas serta keselamatan.
Penyelesaian sirip akses ini dinilai krusial untuk memaksimalkan fungsi Tol Padang–Sicincin bagi mobilitas publik.
“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan Akses Lubuk Alung secara optimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh area proyek. Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan melalui pengawasan yang ketat agar nantinya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelas Hamdani.
Integrasi Jalur Padang, Bukittinggi, dan Pariaman
Hadirnya Akses Lubuk Alung ini nantinya bakal memangkas waktu serta mempermudah para pengguna jalan tol yang ingin menuju ke kawasan Lubuk Alung dan wilayah sekitarnya.
Infrastruktur ini menyediakan jalur penghubung langsung antara Tol Padang–Sicincin dengan pusat kegiatan masyarakat setempat.
Melalui integrasi ini, pergerakan warga dari dan menuju Kota Padang, Bukittinggi, hingga Pariaman diproyeksikan bakal jauh lebih ringkas, efisien, dan saling terhubung.
”Akses Lubuk Alung juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk memperlancar mobilitas harian, distribusi barang, serta akses menuju kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan destinasi lainnya di wilayah sekitar. Kehadiran akses ini menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya menghubungkan antardaerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan wilayah yang dilalui,” tambah Hamdani.
Secara makro, proyek pengerjaan Jalan Tol Pekanbaru-Padang ini memegang peranan vital dalam menyempurnakan jaringan raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Jaringan jalan bebas hambatan ini diproyeksikan mampu mempercepat distribusi logistik, memotong waktu tempuh perjalanan antarkota, menstimulasi lahirnya pusat ekonomi baru, sekaligus memperkokoh konektivitas wilayah di seantero Pulau Sumatera. (*)












