Berita

Dinkes Sumbar Identifikasi Delapan Puskesmas yang Kekurangan Tenaga Kesehatan

×

Dinkes Sumbar Identifikasi Delapan Puskesmas yang Kekurangan Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebutuhan tenaga medis di Sumatera Barat. (Foto: Seruni.co/AI)

SERUNI.CO – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Dinkes Sumbar) mencatat sebanyak delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan (nakes).

Langkah pemenuhan nakes ini terus diupayakan guna menjamin kualitas pelayanan medis bagi masyarakat di pelosok daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Aklima, mengungkapkan bahwa delapan Puskesmas tersebut belum memiliki komposisi tenaga kesehatan yang lengkap sesuai standar pelayanan.

“Ada delapan puskesmas lagi yang masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan. Delapan puskesmas ini belum mempunyai tenaga kesehatan yang lengkap,” ujar Aklima di Kota Padang, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebaran delapan Puskesmas yang membutuhkan tambahan nakes tersebut meliputi:

  • Kabupaten Kepulauan Mentawai: 3 Puskesmas
  • Kabupaten Solok: 3 Puskesmas
  • Kabupaten Limapuluh Kota: 1 Puskesmas
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 1 Puskesmas
Baca Juga  Zigo Rolanda Dorong Anggaran 2027 Berpihak pada Desa Tertinggal

Secara umum, ratusan Puskesmas lain di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat sudah memiliki tim medis lengkap, mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, ahli gizi, hingga ahli teknologi laboratorium medik.

Selain Puskesmas, Aklima juga menyoroti kelengkapan dokter spesialis di tingkat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Dari total 25 RSUD yang ada di Sumbar, baru 16 rumah sakit yang memiliki kelengkapan tujuh dokter spesialis.

Setidaknya masih ada 10 rumah sakit yang belum memenuhi kelengkapan layanan spesialis, di antaranya:

  • RSUD Tapan, RSUD Ahmad Syafii Maarif, dan RSUD Kamang Baru.
  • RSUD Tuanku Rao, RSUD Kepulauan Mentawai, dan RSUD Sungai Rumbai.
  • RSUD Batang Sangir, RSUD Pasaman Barat, RSUD Serambi Madinah, serta RSUD dr Sadikin.
Baca Juga  Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 12 Anak di Pasaman Barat Dilarikan ke Puskesmas

Meskipun demikian, Sumbar telah didukung oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit Kelas A.

Keberadaan RSUP di bawah naungan Kemenkes ini menjadi rujukan terakhir yang vital bagi pelayanan kesehatan di Ranah Minang.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Kondisi infrastruktur kesehatan di Sumatera Barat berbanding lurus dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Pada periode 2024-2026, IPM Sumbar berhasil menempati peringkat keenam secara nasional.

Pada tahun 2025, angka IPM Sumbar tercatat berada di level 77,27, mengalami kenaikan sebesar 0,84 poin atau tumbuh 1,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 76,43. (*)