Berita

Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 12 Anak di Pasaman Barat Dilarikan ke Puskesmas

×

Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 12 Anak di Pasaman Barat Dilarikan ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sebanyak 12 anak di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Air Bangis, Rabu (15/4/2026) malam.

Belasan anak tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan bakso tusuk keliling.

Kapolsek Sungai Beremas, AKP Elvis Susilo, mengonfirmasi bahwa para korban merupakan anak-anak dengan rentang usia dua hingga enam tahun.

Peristiwa ini bermula saat mereka membeli bakso dari seorang pedagang keliling bermotor yang sedang berjualan di lokasi pesta pernikahan warga.

Berdasarkan keterangan para orang tua, anak-anak tersebut mulai merasakan gejala mual dan muntah-muntah sesaat setelah menyantap bakso tusuk tersebut.

Baca Juga  Yulianto Pimpin Goro Massal Gerakan Indonesia Asri di Pasaman Barat

Karena kondisi yang mengkhawatirkan, para korban dibawa secara bersamaan ke fasilitas kesehatan terdekat sekitar pukul 20.00 WIB.

“Setelah memakan bakso tusuk itu, para anak-anak itu mual dan muntah-muntah berdasarkan keterangan orang tua mereka. Mereka secara bersamaan dibawa ke Puskesmas Air Bangis. Hingga kini mereka dirawat di sana,” ujar AKP Elvis Susilo, Kamis (16/4/2026).

Pedagang Diamankan dan Sampel Diuji Laboratorium

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pedagang bakso berinisial HR (40) di kediamannya guna menghindari amukan massa yang mulai tersulut emosi.

Saat petugas tiba, warga sudah ramai berkumpul di rumah pedagang tersebut.

Baca Juga  Kirim 6 Atlet, Kempo Pasaman Barat Borong 4 Medali

“Kami membawa pedagang bakso tusuk itu ke markas polsek untuk dimintai keterangan dan diamankan. Kini dia masih berada di polsek,” tutur Elvis.

Untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan ini, kepolisian telah mengambil sampel bakso dari rumah pedagang untuk diuji di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

Meskipun diagnosis awal dokter puskesmas mengarah pada keracunan, hasil laboratorium tetap menjadi rujukan utama.

“Menurut pemeriksaan dokter di puskesmas, anak-anak itu diduga keracunan. Namun, untuk tahu pasti apakah korban tersebut memang keracunan, kita menunggu hasil uji laboratorium BBPOM keluar,” pungkasnya. (*)