Berita

Febiola Korban Keracunan MBG Hilang Ingatan 70 Persen, Orang Tua Desak Pertanggungjawaban

×

Febiola Korban Keracunan MBG Hilang Ingatan 70 Persen, Orang Tua Desak Pertanggungjawaban

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Penderitaan mendalam tengah dirasakan keluarga Febiola Br Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sang ayah, Icuk Sugiarto Purba, membeberkan kondisi putrinya yang kini mengalami daya ingat menurun hingga 70 persen, di samping beban finansial yang kian mengimpit.

Kondisi Febiola yang memburuk membuat interaksi sehari-harinya berubah drastis bagaikan bocah berusia 3 tahun. Ia bahkan tidak lagi mengenali rekan sekolah, guru, hingga saudaranya sendiri.

Sejak pertengahan Agustus 2026, penanganan medis Febiola telah berpindah-pindah di lima rumah sakit, mulai dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga RS Amanda di Karo.

Rencananya, rujukan kembali ke RSUP Adam Malik Medan dijalankan pada Senin (7/9/2026). Tim medis menyatakan bahwa pengobatan Febiola memerlukan rentang waktu yang tidak singkat, yakni perawatan selama satu tahun penuh dengan kontrol rutin sepekan sekali.

Baca Juga  Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Korban Mengaku Sayur Terasa Kecut

Beban pengobatan terasa makin berat lantaran keluarga perlu menyediakan asupan susu khusus seharga Rp180.000 sebanyak dua kali seminggu, ditambah kebutuhan gizi serta vitamin yang wajib dipenuhi.

Selama ini biaya penanganan dikumpulkan dari tabungan pribadi yang telah terpakai sekitar Rp3,5 juta, disambung uluran tangan dari forum, lingkungan sekolah, serta donasi sukarela, tanpa adanya bantuan langsung dari pihak pemerintah.

Guna mendampingi proses pemulihan sang buah hati, Icuk yang berprofesi sebagai buruh kebun harian serta istrinya yang menjajakan kerupuk terpaksa berhenti beraktivitas mencari nafkah.

Walau belum mengajukan aduan resmi ke pihak kepolisian karena memilih memprioritaskan kesembuhan anak, Icuk mendesak penyelenggara program MBG beserta penegak hukum untuk memasang badan, memberikan penanganan medis dari tim dokter terbaik, sekaligus melakukan evaluasi total pada tata kelola MBG.

Dokter yang menangani mengindikasikan penyebab sakitnya Febiola dipicu oleh paparan racun jamur atau serangan bakteri beracun, yang kepastiannya masih menunggu hasil laboratorium dalam 10 hari hingga dua pekan ke depan.

Baca Juga  Kabut Asap di Padang, Program MBG Dihentikan Sementara

Di sisi lain, sorotan tajam datang dari Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Herdensi Adnin, mengungkapkan bahwa akumulasi korban gangguan kesehatan akibat keracunan MBG di wilayahnya telah menembus angka 823 orang.

Rinciannya mencakup 389 kasus di Kabupaten Karo, 11 korban di Deli Serdang, serta 16 korban di Pakpak Bharat, setelah sebelumnya tercatat satu insiden pada 2025 dan lima insiden sepanjang 2026.

Ombudsman Sumut menegaskan akan meminta tindakan tegas berupa penutupan operasional bagi SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran berat.

Selain itu, Ombudsman mendorong peningkatan koordinasi antara KPPG dan Kantor Regional bersama pemerintah daerah setempat yang selama ini dinilai belum optimal.