SERUNI.CO – Ketua Tim 9 Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta (UBH), Miko Kamal, melontarkan gagasan segar terkait perubahan nama organisasi alumni kampus tersebut.
Ia mengusulkan agar ikatan alumni UBH ke depannya menggunakan nama Serikat Alumni Bung Hatta.
Usulan tersebut disampaikan Miko Kamal di Padang baru-baru ini, sebagai bagian dari persiapan menjelang perhelatan Mubes Alumni UBH yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026 mendatang.
Landasan Konstitusional dan Autentisitas
Miko menjelaskan bahwa Tim 9 memiliki argumentasi yang kuat di balik pemilihan kata “Serikat”.
Pertama, dari sisi konstitusional, frasa tersebut berakar langsung pada Pasal 28 E UUD 1945.
“Satu-satunya frasa yang ada dalam Pasal 28 E UUD 1945 itu justru ‘Serikat’. Jadi bukan kebebasan berikatan keluarga, melainkan kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat yang dijamin konstitusi,” ujar Miko Kamal.
Kedua, penggunaan nama Serikat akan memberikan identitas unik atau autentik bagi alumni UBH.
Menurutnya, nama-nama seperti IKA, IKBA, Iluni, dan sejenisnya sudah jamak digunakan oleh perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Jika alumni UBH memakai frasa Serikat, maka kita mendapatkan autentifikasi. Artinya, identitas itu unik milik alumni UBH dan mencerminkan karakter orang Sumatera Barat yang selalu inovatif,” tambahnya.
Kedekatan Budaya dan Sejarah Bung Hatta
Argumentasi ketiga berkaitan dengan kearifan lokal. Di Sumatera Barat, istilah “Serikat” sudah sangat akrab di telinga masyarakat, seperti pada penamaan “Pasar Serikat” yang hampir ditemukan di setiap daerah di Sumbar.
Terakhir, usulan ini juga merujuk pada rekam jejak sejarah sang Proklamator, Bung Hatta. Miko mengingatkan bahwa pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), Bung Hatta menjabat sebagai Perdana Menteri.
“Jika nanti Mubes menyetujui, maka frasa Serikat ini memang yang paling cocok. Kami dari Tim 9 berharap usulan ini bisa disepakati pada Mubes 10 April nanti,” pungkasnya. (*)












