SERUNI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengimbau warga di Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca pada Senin (26/10/2026).
Sejumlah kawasan diprediksi bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga potensi gangguan aktivitas perlu diwaspadai.
Berdasarkan laporan prakiraan cuaca resmi rilis pukul 09.00 WIB, curah hujan berkategori sedang hingga lebat terkonsentrasi pada siang sampai sore hari.
Area yang diproyeksikan terdampak meliputi Solok Selatan, Sijunjung,Dharmasraya, serta kawasan di sekitarnya.
Di sisi lain, presipitasi berintensitas ringan diperkirakan membasahi berbagai titik lain di Sumbar sepanjang hari, sejak pagi hingga dini hari.
Pada kurun waktu pagi, tutupan awan mendominasi langit Sumbar dengan peluang hujan ringan yang mengintai Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, serta Pasaman.
Saat berganti siang hingga menjelang sore, potensi hujan ringan mengarah ke wilayah Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Kabupaten Solok.
Memasuki periode malam, kondisi udara diprediksi berawan disertai potensi hujan ringan di tiga daerah, yaitu Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Sementara itu pada dini hari, presipitasi bercurah ringan berpotensi melingkupi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat,Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Pengamatan parameter cuaca oleh BMKG Minangkabau menunjukkan rentang suhu udara di Sumbar berada pada kisaran 19–31 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara tercatat antara 65–98 persen, didukung pergerakan angin dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan 4–24 kilometer per jam.
Dalam peringatan dini hariannya, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan wilayah sekitarnya.
Atas kondisi tersebut, warga setempat diharapkan memperketat kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca ini. (*)












