Berita

Wisuda ke-86 UBH, Mahasiswi Papua Raih IPK 4,00 hingga Magang di Jepang

×

Wisuda ke-86 UBH, Mahasiswi Papua Raih IPK 4,00 hingga Magang di Jepang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Suasana penuh keharuan dan kebanggaan mewarnai perhelatan wisuda ke-86 Universitas Bung Hatta (UBH) yang diselenggarakan pada Sabtu (24/10/2026).

Di antara 661 wisudawan yang resmi dilantik di “Kampus Biru” tersebut,terdapat sebuah pencapaian luar biasa dari salah satu lulusannya yang dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi.

Sosok membanggakan itu adalah Elvira Yohana Erari Insyur, lulusan Program Studi Sastra Jepang (S1) Fakultas Ilmu Budaya.

Putri dari pasangan Abner Benhur Erari dan Debora Eklevina Insyur yang berasal dari Nabire, Papua, ini berhasil mengakhiri masa studinya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 bersertifikat predikat Dengan Pujian.

Elvira merupakan satu dari tujuh mahasiswa asal Tanah Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Bung Hatta lewat jalur Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

Atas prestasi akademiknya yang gemilang, ia dipercaya untuk berdiri di hadapan jajaran pimpinan civitas akademika serta ratusan rekan sejawatnya guna menyampaikan pidato pesan dan kesan perwakilan lulusan.

Dalam orasinya, Elvira mengungkapkan bahwa figur Sang Proklamator Mohammad Hatta sebagai sosok pemikir,ekonom unggul, dan negarawan teladan menjadi magnet utama yang mendorong dirinya dan rekan-rekan sedaerah memberanikan diri berkuliah di UBH.

Baca Juga  Kabar Gembira, Guru PPPK Penuh Waktu Berpeluang Diangkat Menjadi PNS

“Hal ini yang menginspirasi saya dan teman-teman dari Papua memilih Universitas Bung Hatta untuk berkuliah,” kata Elvira.

Langkah perjuangannya menuntut ilmu tidaklah singkat. Sejak bangku sekolah menengah, Elvira sudah belajar hidup mandiri jauh dari sanak saudara saat bersekolah di SMA Karya Pembangunan Margahayu, Bandung.

Keberanian tersebut berlanjut hingga ia menembus perguruan tinggi di Ranah Minang melalui program Afirmasi empat tahun lalu.

“Jarak yang jauh, rasa rindu, dan berbagai tantangan mengajarkan saya bahwa perjuangan tidak selalu mudah. Namun, setiap langkah menjadi berarti ketika kita memiliki tujuan dan orang-orang yang terus mendoakan kita,” paparnya.

Rasa syukur mendalam juga ia curahkan atas kemudahan akses pendidikan yang disalurkan oleh pemerintah bagi generasi muda Papua, sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika tempatnya menimba ilmu.

“Kepada Universitas Bung Hatta yang telah menerima kami dengan tangan terbuka, memberikan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengenal keberagaman,” katanya.

Mengingat kembali momen awal kedatangannya di Sumatera Barat, ia tak menampik adanya tanggung jawab moral yang cukup berat untuk bisa menyelesaikan studi hingga garis akhir.

Baca Juga  Universitas Bung Hatta Jalin Kerja Sama Beasiswa dengan INTACT Taiwan

“Nyatanya, apa yang dimulai waktu itu, akhirnya menjadikan saya untuk tetap terus berjuang menyelesaikan pendidikan, dan dapat mencapai impian untuk menjadi seorang sarjana Humaniora pada saat itu,” imbuhnya.

Keberhasilannya mengantongi nilai akademik sempurna tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga memupuk rasa bangga menjadi bagian dari almamater Universitas Bung Hatta.

Kebanggaan itu kian lengkap saat ia mengukir pengalaman internasional pada tahun 2025. Bersama empat temannya, Elvira terpilih mengikuti program magang kerja selama kurang lebih satu tahun di Kota Tomakomai, Hokkaido, Jepang.

“Di Jepang, saya diajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, dan pentingnya menghargai perbedaan budaya. Selama kurang lebih satu tahun di Jepang, kami pulang dengan bangga,” tuturnya.

Prestasi Elvira dan timnya di Negeri Sakura menuai pujian dari perusahaan penerima magang, yang turut membuka jalan kerja sama berkelanjutan dengan Universitas Bung Hatta di masa mendatang.

“Hal ini juga bisa menjadi pintu bagi siapa saja yang ingin mendapatkan pengalaman langsung bagaimana dunia kerja di Jepang, seperti moto Universitas Bung Hatta yaitu “Siap Bekerja, Siapa jadi Pengusaha”. pungkasnya.