Olahraga

Magis Modric Meredup, Gol Indah Rabiot Gagal Bawa AC Milan Petik Poin Penuh

×

Magis Modric Meredup, Gol Indah Rabiot Gagal Bawa AC Milan Petik Poin Penuh

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – AC Milan harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Sassuolo 1-1 dalam lanjutan Serie A di Stadion MAPEI.

Sepakan voli memukau Adrien Rabiot sempat membangkitkan asa kemenangan I Rossoneri, namun gol balasan Cas Odenthal memaksa skuad asuhan Ruben Amorim pulang hanya dengan raihan satu poin.

Meski menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 59 persen, Milan tampak kesulitan membongkar tembok kokoh tuan rumah.

Babak pertama berjalan alot dan minim peluang bersih. Laga bahkan sempat terhenti meny menyusul cedera memprihatinkan yang dialami bek tengah Matteo Gabbia di awal pertandingan.

Memasuki paruh kedua, Ruben Amorim memasukkan veteran Luka Modric untuk menambah daya gedor.

Keputusan ini membuahkan hasil pada menit ke-63 ketika umpan Modric berhasil dikonversi Rabiot menjadi gol spektakuler dari sudut sempit. Sayangnya, keunggulan tersebut tak bertahan lama.

Lima menit berselang, kelengsihan lini belakang Milan dalam mengantisipasi situasi sepak pojok dimanfaatkan Odenthal untuk menyamakan skor.

Sassuolo sebenarnya sempat membalikkan keadaan di menit-menit akhir lewat tembakan voli Kristian Thorstvedt.

Namun, Milan beruntung setelah wasit menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran terlebih dahulu dalam proses terjadinya gol.

Baca Juga  Prediksi Skor AC Milan vs Juventus, Duel Krusial Perebutan Empat Besar

Rapor dan Evaluasi Pemain AC Milan

Kiper & Lini Belakang

Mike Maignan (6/10): Minim ancaman langsung sepanjang 90 menit karena lawan hanya membukukan empat tembakan tepat sasaran.

Sempat melakukan penyelamatan krusial saat menepis tembakan Kieron Bowie, namun tak berdaya menahan sontekan jarak dekat Odenthal.

Strahinja Pavlovic (6/10): Tampil spartan dalam pertarungan fisik. Hampir mencetak gol lewat tandukan di masa injury time babak pertama, meski akhirnya digagalkan kiper lawan.

Sedikit kewalahan meladeni pergerakan cepat penyerang Sassuolo hingga berbuah kartu kuning.

Mario Gila (6/10): Tampil paling tenang dan lugas di barisan belakang. Pembacaan arusnya sangat baik saat menginisiasi serangan dari bawah.

Jeli memenangi pelanggaran penting di menit akhir yang menyelamatkan Milan dari kekalahan.

Matteo Gabbia (5/10): Nasib naas menghampirinya setelah harus ditandu keluar lapangan di menit ke-20 akibat cedera. Waktu bermain yang singkat membuat kontribusinya belum maksimal.

Lini Tengah

Adrien Rabiot (8/10) – Man of the Match: Pengatur ritme dan pemain terbaik Milan pada laga ini. Selain tampil dominan secara fisik di lini tengah, gol indahnya lewat tembakan keras kaki kiri menjadi bukti kualitas dan kepemimpinannya.

Baca Juga  Matteo Gabbia Jadi Jimat Keberuntungan AC Milan, Hanya Sekali Rasakan Kekalahan Musim Ini

Yunus Musah (6/10): Menjadi motor penggerak di sektor tengah bersama Rabiot. Bekerja keras dalam proses transisi, meski penyelesaian akhir dan umpan kuncinya kerap patah sebelum mencapai area penalti lawan.

Samuel Chukwueze (5.5/10): Dipasang di posisi bek sayap kanan, pergerakannya relatif mudah diredam pertahanan lawan. Sempat mengirimkan satu umpan silang matang di akhir babak pertama sebelum akhirnya digantikan jelang laga usai.

Pervis Estupinan (5/10): Mengalami kesulitan menembus sisi kiri dan minim kontribusi menyerang. Diganjar kartu kuning akibat pelanggaran taktis terhadap Domenico Berardi dan ditarik keluar saat jeda.

Lini Depan

Diego Moreira (6.5/10): Bermain ngotot dan pantang menyerah meski sempat mengalami benturan di kepala.

Menunjukkan fleksibilitas tinggi ketika dipindahkan mengisi posisi bek sayap kiri pada babak kedua demi mengakomodasi taktik baru.

Christian Pulisic (6/10): Beberapa kali memperlihatkan kelihaian mencari ruang di antara lini tengah dan belakang lawan. Namun, ruang geraknya kerap dimatikan oleh penjagaan ketat para gelandang Sassuolo.

Goncalo Ramos (5.5/10): Kerap terisolasi di lini depan tanpa pasokan bola yang memadai. Satu-satunya peluang emasnya tercipta lewat tandukan jarak dekat yang mampu ditepis Muric. (*)