SERUNI.CO – Di tengah sorotan tajam terhadap performa naik-turun AC Milan musim ini, sebuah statistik menarik muncul mengenai peran vital Matteo Gabbia.
Meski nama Adrien Rabiot sering disebut sebagai aktor utama di balik perolehan poin Rossoneri, data terbaru justru menunjukkan bahwa Gabbia adalah sosok yang sulit tergantikan di lini pertahanan.
Selama ini, Rabiot memang dianggap sebagai talisman atau pemain kunci jika merujuk pada statistik poin per pertandingan.
Namun, kekalahan tipis belakangan ini memberikan sudut pandang baru: apakah lini tengah atau lini belakang yang sebenarnya menjadi perekat tim?
Rekor Impresif Gabbia di Tengah Badai Kekalahan
Berdasarkan laporan MilanNews, AC Milan telah menelan tujuh kekalahan sepanjang musim ini, yang tersebar di Serie A, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana.
Namun, ada satu pola yang sangat mencolok jika kita melihat daftar susunan pemain dalam laga-laga tersebut.
Selain kekalahan perdana musim ini melawan Cremonese, Matteo Gabbia tercatat tidak pernah berada di lapangan dalam enam kekalahan lainnya.
Ketidakhadirannya yang paling terasa adalah saat ia harus menepi akibat cedera sesaat sebelum laga kontra Parma.
Hal ini mengonfirmasi bahwa pertahanan Milan jauh lebih rapuh tanpa kehadiran sang bek tengah asal Italia tersebut.
Pilar Masa Depan di Bawah Arahan Allegri
Kinerja solid Gabbia ternyata tidak luput dari pengamatan Massimiliano Allegri. Sang pelatih kabarnya telah menetapkan pemain berusia 26 tahun tersebut sebagai salah satu pilar utama untuk proyeksi skuat musim depan.
Statistik ini menjadi bukti kuat mengapa Gabbia begitu krusial bagi stabilitas tim.
Tantangan berikutnya bagi Milan adalah bagaimana memaksimalkan potensi Gabbia dalam skema empat bek, serta menentukan siapa tandem yang tepat untuk mendampinginya melalui bursa transfer mendatang.
Dengan kembalinya Gabbia ke kebugaran penuh, Milan berharap “faktor keberuntungan” sang bek bisa membawa mereka kembali ke jalur kemenangan. (*)












