Berita

Nama Tokoh Dicatut Tanpa Izin, Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Memicu Kontroversi Publik

×

Nama Tokoh Dicatut Tanpa Izin, Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Memicu Kontroversi Publik

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Penerbitan buku berjudul “Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam” mendadak viral dan memicu perdebatan sengit di jagat media sosial.

Polemik ini makin meruncing setelah dua tokoh agama terkemuka tanah air, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), diduga dicatut namanya sebagai penyumbang tulisan dalam karya tersebut.

Munculnya pertanyaan publik mengenai keterlibatan TGB akhirnya direspons langsung oleh Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) tersebut.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode ini menyampaikan bantahan secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.

“Saya tidak pernah kirim tulisan,” tegas TGB singkat saat menjawab pertanyaan seorang netizen.

Padahal, pada halaman 241 di dalam buku tersebut, nama TGB tertera jelas sebagai penulis artikel yang diberi judul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan”.

Bantahan senada dilontarkan oleh pihak keluarga pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Gus Kautsar.

Baca Juga  Ketepatan Waktu KAI Divre II Sumbar Capai 100 Persen Selama Lebaran 2026

Ning Jazilah Annahdliyah (Ning Jazil) selaku istri Gus Kautsar menegaskan bahwa suaminya tidak pernah menyusun naskah ataupun memberi persetujuan atas pencantuman namanya.

Ning Jazil pun secara terbuka mempertanyakan legalitas keterlibatan suaminya yang disertakan tanpa konfirmasi.

“Kok bisa ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu???!!” tulis Ning Jazil saat memberikan komentar di salah satu portal yang memberitakan tentang Buku Islam Prabowo.

Buku setebal 346 halaman ini diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House dan resmi diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Proses penulisan buku diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama elemen pimpinan MUI, serta disusun oleh tim penulis utama yakni Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Struktur isi buku tersebut pada dasarnya merangkum pandangan sejumlah akademisi, ulama, dan figur nasional terkait corak kepemimpinan dan nilai keagamaan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik Anggota Wantimpres Baru Termasuk Rocky Gerung

Deretan tokoh lain yang dicantumkan sebagai kontributor antara lain Prof Yusril Ihza Mahendra, KH Said Aqil Siradj, hingga KH Asep Saifuddin Chalim.

Selain masalah dugaan klaim penulis tanpa izin, pemilihan judul “Islam Ala Prabowo” turut memanen sorotan karena dinilai berisiko memicu salah kaprah di tengah masyarakat.

Menanggapi ramainya gelombang kritik tersebut, Ketua Umum Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia, Gus Maftuh meminta masyarakat agar tidak menghakimi buku dari judulnya semata.

Ia menjelaskan bahwa materi di dalam buku bukan bertujuan menghadirkan pemahaman ajaran baru, melainkan bentuk potret penerapaan nilai-nilai Islam dalam dinamika kepemimpinan Prabowo.

Sampai berita ini diturunkan, jajaran penyusun maupun pihak Atmosphere Publishing House selaku penerbit belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi atas bantahan yang disampaikan TGB dan pihak Gus Kautsar.