Berita

364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

×

364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – 364 pelajar hingga tenaga pengajar dari 20 lembaga pendidikan di Kecamatan Palupuh diduga mengalami keracunan masal karena siap mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun yang terdampak diantaranya, dari pendidikan dimulai dari PAUD, TK, SMP, hingga SMA.

Terkait jumlah pasti korban, muncul dua versi angka yang berbeda. Laporan dari pihak Kecamatan Palupuh mencatat setidaknya 364 orang terindikasi mengalami gejala keracunan.

Sementara itu, data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mendata sebanyak 237 orang.

Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Camat Palupuh, Rabain, Rabu (2/9/2026) sore.

“Memang benar ratusan warga kami di Kecamatan Palupuh diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, ” kata Rabain.

Ia menjelaskan bahwa para korban merupakan warga yang tersebar di puluhan sekolah penerima manfaat program tersebut.

“Yang mengalami dugaan keracunan ini berasal dari 20 sekolah yang mendapatkan manfaat program MBG. Ke-20 sekolah tersebut tersebar di seluruh wilayah Palupuh. Jadi warga yang mengalami dugaan keracunan juga tersebar, tidak terpusat di satu wilayah atau Nagari,” kata Rabain.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Optimalkan BBM Subsidi untuk Layani 512 Ribu Penumpang

Rabain menerangkan bahwa kesenjangan data jumlah korban terjadi akibat perbedaan metode pendataan di lapangan.

Versi pertama diperoleh melalui penyisiran langsung ke pemukiman warga sesuai arahan Kesbangpol Kabupaten Agam.

“Jadi kami tadi pagi dapat instruksi dari kesbangpol Agam untuk mendata ke rumah-rumah warga, siapa saja yang mengalami pusing, mual, muntah, sakit kepala dan lainnya. Terdata sampai sore ini sebanyak 364 warga,” kata Rabain.

Di sisi lain, laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan selisih angka yang cukup signifikan dari pendataan riil kecamatan.

“Dari data Dinkes Agam sebanyak 237 orang. Beda dengan data kecamatan,” kata Rabain.

Baca Juga  Dorong Desain Berkelanjutan, TACO dan Studio Banda Hadirkan Instalasi Modulus Laminata

Setelah ditelusuri lebih jauh, pihak kecamatan mendapati bahwa Dinas Kesehatan hanya menghitung korban yang datang memeriksa kondisi tubuh ke fasilitas pelayanan medis resmi.

“Jadi data dari Dinkes itu jumlah warga yang datang ke layanan kesehatan. Karena ada juga warga yang mengalami pusing dan mual, tapi memilih untuk membeli obat di apotik saja. Tidak datang ke Puskesmas maupun Pustu, ” katanya lagi.

Hingga Rabu sore, situasi di lokasi dilaporkan mulai terkendali. Sebagian besar warga yang sempat mendatangi Puskesmas maupun Pustu di Palupuh telah diperbolehkan pulang, kecuali dua pasien yang membutuhkan penanganan intensif.

“Kondisi sore ini di Palupuh sudah kondusif. Puskesmas sudah sepi. Warga yang datang tadi pagi hingga siang, sudah pulang. Hanya dua warga yang dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi,” tutupnya.