BeritaHeadline

Penemuan Kerangka Manusia di Palembayan, Diduga Korban Bencana Banjir Bandang

×

Penemuan Kerangka Manusia di Palembayan, Diduga Korban Bencana Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Masyarakat di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam gempar setelah ditemukannya penemuan tulang belulang manusia pada Selasa (25/8/2026).

Temuan berupa kerangka dari bagian badan hingga kepala ini diduga merupakan jasad korban bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, meski sebagian tulang lainnya masih belum ditemukan.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, memaparkan bahwa sebelum penemuan ini, tercatat ada 15 orang korban banjir bandang akhir tahun lalu di wilayahnya yang belum ditemukan.

“Di Nagari Salareh Aia Timur, yang belum ditemukan 15 orang lagi. Hari ini ditemukan satu kerangka manusia, mungkin korban banjir bandang, kalau benar, berarti ada 14 lagi,” ucapnya, Selasa (25/8/2026).

Ahmad Fauzi menambahkan, jika memperhitungkan dua nagari terdampak bencana, total korban hilang mencapai sekitar 20 orang (termasuk 5 korban di Nagari Salareh Aia).

“Kalau dua nagari yang terdampak bencana ditambahkan, jumlah yang hilang sekitar 20 orang. Satu ditemukan hari ini, mungkin 19 lagi yang masih dicari,” terangnya.

Ia menyebut ada kemungkinan kerangka korban lainnya masih terkubur di bawah material tanah pascabanjir bandang.

“Mungkin untuk korban yang lain masih terkubur, tadi kan ditemukan warga saat hendak membersihkan ladangnya, terkubur juga,” tambahnya.

Baca Juga  Kualitas Udara Padang Memburuk, Indeks AQI Tembus Angka 209 Berstatus Tidak Sehat

Kronologi Penemuan dan Barang Bukti Pakaian

Tengkorak dan tulang belulang ini pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh seorang warga bernama Syaifullah yang hendak membersihkan ladang jagungnya.

Lokasi penemuan berada di ladang warga dekat tepi sungai bekas sapuan galodo (banjir bandang) akhir November 2025.

“Benar ada penemuan tengkorak pada pukul 14.00 WIB tadi, ditemukan pertama kali oleh warga bernama Syaifullah saat hendak membersihkan ladang jagungnya,” ucap Ahmad Fauzi saat dikonfirmasi.

Mendapat laporan warga, perangkat nagari langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Rincian kerangka dan barang bukti yang ditemukan di lokasi mencakup:

  • Bagian Kerangka: Tengkorak kepala, tulang leher, tulang dada, serta tulang punggung. Sementara tulang panggul, tangan, dan kaki belum ditemukan.

  • Pakaian yang Terpasang: Jaket kuning kombinasi biru dengan corak merah, serta baju kaos oblong hitam bermotif.

“Jaket dan kaos ini masih terpasang di badannya, karena bagian tulang badan ditemukan di dalamnya,” tegasnya.

Identifikasi Usia, Jenis Kelamin, dan Penanganan Medis

Meski jenis kelamin belum dapat dipastikan, Ahmad Fauzi mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut diduga milik orang dewasa berdasarkan ukuran pakaian yang ditemukan.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Guyur Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung

“Untuk jenis kelamin belum dapat kita pastikan, tapi tulang belulang dan tengkorak sepertinya milik orang dewasa, karena bajunya besar,” sebutnya.

Penanganan kasus kini diambil alih oleh Polsek Palembayan. Pada pukul 14.00 WIB, kerangka manusia tersebut langsung dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Koto Alam menuju RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan identifikasi lebih lanjut.

“Kita tunggu dulu hasilnya, kalau sudah diketahui identitasnya, nanti akan diberitahu keluarga korban,” pungkasnya.

“Usai penemuan, langsung dibawa pakai ambulans ke RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut, agar mengetahui identitas korban,” tuturnya.

Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa sejumlah warga yang kehilangan anggota keluarga sempat mendatangi lokasi, namun belum ada yang mengenali ciri-ciri pakaian tersebut.

Pihak nagari mengimbau masyarakat Nagari Salareh Aia Timur yang merasa kehilangan keluarga untuk segera melapor agar proses identifikasi dapat berjalan lebih mudah.

“Tadi sudah kita minta masyarakat yang keluarganya hilang melihat ke lokasi, tapi belum yang mengaku, mungkin karena bukan itu ciri-ciri keluarganya yang hilang,” sebutnya. (*)