SERUNI.CO – Laba Bank Muamalat tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 47,5% secara year on year (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025, bank syariah pertama di Indonesia ini berhasil membukukan laba sebelum pajak (profit before tax) senilai Rp30,1 miliar.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengungkapkan bahwa hasil ini merupakan buah dari konsolidasi bisnis yang konsisten.
Selain peningkatan profit, sejumlah indikator utama seperti aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terjaga di jalur pertumbuhan positif.
Pertumbuhan Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga
Sepanjang periode tersebut, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp18,5 triliun atau naik 10,1% yoy.
Salah satu penopang utamanya adalah pembiayaan bagi hasil mudharabah yang melonjak 42,9% yoy menjadi Rp543,1 miliar.
Dari sisi penghimpunan dana, laba Bank Muamalat tahun 2025 didukung oleh perolehan DPK yang solid sebesar Rp45,5 triliun (naik 9,0% yoy). Total aset perusahaan pun ikut terkerek naik 3,8% yoy menjadi Rp62,3 triliun.
“Alhamdulillah, konsolidasi bisnis yang kami lakukan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif,” ujar Imam.
Bank Muamalat kini semakin fokus menggarap segmen ritel konsumer, terutama melalui produk Solusi Emas Hijrah.
Produk pembiayaan emas ini mencatat kenaikan luar biasa hingga 33 kali lipat dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun dan kenaikan jumlah rekening nasabah lebih dari 1.200 persen.
Imam optimistis tren positif ini akan berlanjut di tahun 2026 seiring meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi emas.
Selain itu, aspek permodalan bank tetap terjaga sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,37%, jauh di atas batas minimum regulator.
Transformasi Digital dan Ekosistem Syariah
Untuk meningkatkan pengalaman nasabah, Bank Muamalat mengombinasikan kekuatan jaringan fisik dan digital.
Saat ini, bank mengoperasikan 80 Kantor Cabang Utama (termasuk di Kuala Lumpur) dan 144 Kantor Cabang Pembantu.
Di sisi digital, aplikasi Muamalat DIN kini telah digunakan oleh lebih dari 600 ribu pengguna dengan volume transaksi yang tumbuh 11% yoy.
Ke depan, bank akan mengarahkan KPI berbasis maqasid syariah dengan mengintegrasikan layanan ZISWAF.
“Ke depan, Bank Muamalat memposisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ZISWAF,” tambah Imam.
Prestasi finansial ini sejalan dengan berbagai pengakuan eksternal.
Sepanjang 2025, Bank Muamalat meraih predikat The Best Sharia Bank in Service Excellence selama 15 tahun berturut-turut dari Infobank, serta masuk dalam Top 12 Best Banks in Indonesia versi World Visualized Brand Image Report 2025.
Direktur Utama Imam Teguh Saptono juga dianugerahi penghargaan Best CEO 2025 oleh SWA Media Group. (*)












