Berita

Dandim Agam Bantah Isu Koperasi Merah Putih Terisolir

×

Dandim Agam Bantah Isu Koperasi Merah Putih Terisolir

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Isu liar di media sosial yang menyebutkan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Nagari Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat berada di kawasan terisolasi dan sulit dijangkau, langsung ditepis oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam.

Dandim Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso menegaskan bahwa narasi yang beredar di jagat maya tersebut tidak menyajikan fakta secara utuh.

Menurutnya, area berdirinya koperasi tersebut justru padat pemukiman dan menjadi perlintasan harian kendaraan.

“Informasi di media sosial yang beredar tidak secara utuh, lokasi itu ramai rumah warga dan setiap hari dilalui pengendara dari Bukittinggi ke Agam, terpenting lagi itu ada di kawasan objek wisata Ngarai Sianok,” kata Letkol Inf. Dwi Santoso, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, aksesibilitas menuju Koperasi Merah Putih Nagari Sianok sangat memadai dan dapat dilewati oleh berbagai jenis ukuran kendaraan.

Baca Juga  DPRD Sumbar Terima Aspirasi KSPSI Terkait Upah dan Jaminan Sosial

Letak bangunan ini berada di sisi kanan jalan tepat setelah melewati jembatan yang menjadi batas wilayah antara Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam.

Mengingat lokasinya berada di dalam zona wisata, area di sekitar koperasi dipenuhi oleh rumah-rumah penduduk dan rumah makan.

Tepat di samping bangunan koperasi, berdiri Kantor Bamus Nagari Sianok yang direncanakan segera beralih fungsi menjadi Kantor Walinagari.

“Pemilihan dan penentuan lokasi bangunan koperasi dilakukan oleh pemerintah nagari bersama tokoh adat di KAN daerah setempat, kita juga memahami keterbatasan lahan yang dimiliki oleh nagari. Kantor Walinagari juga akan dipindah ke sini hingga semakin ramai masyarakat yang datang,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Letkol Inf. Dwi Santoso menjelaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih Sianok ini diproyeksikan untuk membantu warga lokal dalam memasarkan hasil pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan logistik harian.

Baca Juga  Akses Bukittinggi–Matur Tertutup Longsor di Kelok S Agam, Lalu Lintas Dialihkan

“Sesuai arahan Presiden, Kopdeskel adalah program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pusat layanan terpadu di setiap desa,” tambahnya.

Secara umum, infrastruktur penunjang ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, mulai dari gerai sembako, klinik desa, apotek, layanan simpan pinjam mikro, hingga unit logistik untuk menampung hasil bumi masyarakat setempat.

“Sehingga nanti hasil panen itu dari koperasi itu yang mengelola nanti mungkin dipasarkan ke mana, sehingga masyarakat tidak kebingungan ke mana harus menjual hasil panen tersebut, hasil alam yang mereka peroleh,” tutur Dandim.

Proses pembangunan Koperasi Sianok sendiri telah selesai dituntaskan semenjak tiga bulan yang lalu.

Dandim mengonfirmasi bahwa target pembangunan pada tahun 2026 ini adalah sebanyak 25 unit koperasi, di mana hingga saat ini 13 unit di antaranya telah berhasil didirikan. (*)