Berita

Pesawat Militer Amerika Serikat Mendarat Darurat di BIM Padang

×

Pesawat Militer Amerika Serikat Mendarat Darurat di BIM Padang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Manuver udara sebuah pesawat militer milik Amerika Serikat yang terpantau berputar-putar di kawasan udara perairan barat Kota Padang sempat memicu beragam spekulasi di jagat media sosial.

Diketahui, armada tersebut merupakan pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules kepunyaan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang tengah menempuh rute penerbangan dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Samudera Hindia.

Namun, pihak otoritas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memberikan klarifikasi tegas bahwa eksistensi pesawat militer asing di wilayah udara Sumatera Barat tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan operasi militer ataupun aktivitas pengintaian, melainkan murni akibat situasi darurat teknis pada salah satu mesinnya.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono menjelaskan pesawat C-130T Hercules melakukan pendaratan darurat di BIM pada Senin (25/5/2026) pukul 17.56 WIB.

Menurut penjelasannya, laporan awal bersumber dari Tower Colombo yang mengabarkan adanya kendala teknis pada komponen mesin nomor 3 pesawat tersebut.

“Kami mendapatkan informasi dari Tower Colombo bahwa ada salah satu pesawat militer mati mesin nomor 3, sehingga sama Tower Colombo diperintahkan landing di bandara terdekat, jalur yang terdekat adalah jalur BIM,” ujar Dony Subardono, Selasa (2/6/2026).

Dony menggarisbawahi bahwa mengacu pada regulasi penerbangan internasional, setiap bandara memiliki kewajiban mutlak untuk menerima pendaratan armada yang tengah mengalami kondisi darurat.

“Bandara BIM secara peraturan internasional tidak boleh menolak pesawat yang emergency,” katanya.

Kronologi Pendaratan dan Proses Pemeriksaan Dokumen

Proses pendaratan darurat pesawat bermesin baling-baling itu berjalan dengan aman dan lancar, walaupun pada saat yang bersamaan situasi cuaca di wilayah Sumatera Barat sedang dilanda badai.

Sesaat setelah menyentuh landasan pacu, pesawat langsung dievakuasi dan dipindahkan menuju hanggar milik Susi Air.

Baca Juga  Mobil Honda Freed Terbakar di Depan McDonald’s Ahmad Yani Padang

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran aktivitas operasional penerbangan reguler di Bandara Internasional Minangkabau agar tidak terganggu.

Penanganan kedatangan armada militer luar negeri ini melibatkan kolaborasi lintas instansi yang terdiri dari:

  • Pihak Lanud Sutan Sjahrir
  • Instansi Bea Cukai
  • Pihak Imigrasi
  • Otoritas Karantina

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 16 personel Angkatan Laut Amerika Serikat yang menumpangi pesawat tersebut.

Selepas mendarat, tim petugas gabungan langsung bergerak melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh dokumen penerbangan serta manifes personel di dalam pesawat.

Dari hasil pemeriksaan legalitas, dokumen-dokumen penting berupa diplomatic clearance dan security clearancedinyatakan lengkap sekaligus sah secara hukum.

Komandan pesawat selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, sementara Danlanud Sutan Sjahrir membangun komunikasi dengan pusat hubungan luar negeri serta Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terkait keberadaan personel militer asing tersebut.

Pada malam harinya, Kedutaan Besar Amerika Serikat menerbitkan surat jaminan resmi yang menjadi dasar pemberian fasilitas visa on arrival (VoA) kepada seluruh kru.

Di samping itu, pihak imigrasi juga melaksanakan pengambilan data biometrik guna menjamin seluruh personel asing tersebut terekam secara resmi di dalam sistem keimigrasian Indonesia.

Proses Perbaikan Suku Cadang dan Uji Terbang di Atas Laut

Tahapan perbaikan kerusakan pesawat memakan waktu yang relatif lama lantaran komponen suku cadang pengganti mesti dikirim langsung dari Eropa.

Suku cadang beserta tim teknisi tambahan dilaporkan baru tiba di Kota Padang pada Minggu (31/5/2026) menumpang maskapai komersial dari Singapura.

Proses pengerjaan mekanis dikebut hingga malam hari, yang kemudian dilanjutkan dengan fase pengujian mesin di darat atau run up sebelum pesawat dinyatakan layak mengudara kembali.

Baca Juga  Maigus Nasir Lepas 383 Jemaah Haji Kloter 8 Kota Padang

Dony Subardono juga memberikan penjelasan resmi terkait aktivitas penerbangan pesawat yang sempat terlihat berputar-putar di atas wilayah perairan barat Sumatera Barat.

Menurutnya, pergerakan memutar tersebut merupakan bagian dari prosedur test flight atau uji terbang seusai pemasangan komponen mesin yang baru selesai dilakukan.

Alur rute pengujian sengaja diarahkan ke wilayah laut terbuka dan telah mengantongi izin serta persetujuan dari otoritas terkait.

Hal ini dimaksudkan guna menghindari lintasan di atas kawasan strategis maupun wilayah instalasi militer milik Indonesia.

“Itu kami membuat satu rute khusus yang memang di laut dan tidak boleh melihat instalasi militer, makanya di radar itu nampaknya di atas permukaan laut,” ujar Dony.

Pengawasan Awak Pesawat dan Jadwal Keberangkatan

Dony menegaskan bahwa seluruh rangkaian aktivitas penerbangan serta pergerakan para kru selama berada di dalam negeri berada di bawah pengawasan penuh oleh otoritas Indonesia.

Selama jalannya proses perbaikan mekanis, para personel Angkatan Laut Amerika Serikat diistirahatkan di salah satu hotel di Kota Padang dengan pengawalan yang ketat.

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat pun dikabarkan telah bertolak langsung ke Padang guna menyampaikan apresiasi atas bantuan dan penanganan kondisi darurat tersebut.

Hingga saat ini, jumlah personel asing yang masih bertahan di Kota Padang tercatat sebanyak 15 orang.

Perubahan jumlah ini terjadi setelah dua orang kru telah kembali ke Singapura, dan ada penambahan satu orang mekanik baru yang datang membawa logistik perbaikan.

Berdasarkan keterangan Dony, pesawat dijadwalkan akan melanjutkan rute penerbangan menuju Diego Garcia setelah mengantongi restu terbang dari otoritas Amerika Serikat.

“Kemungkinan izin terbang dari Amerika itu baru mengizinkan tanggal 4 Juni besok,” tuturnya. (*)