Berita

Mobil Dinas Ketua DPRD Limapuluh Kota Dipakai Istri, Doni Minta Maaf

×

Mobil Dinas Ketua DPRD Limapuluh Kota Dipakai Istri, Doni Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sorotan tajam dari publik tengah mengarah pada penggunaan fasilitas negara berupa mobil dinas milik Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas.

Gelombang kritik dari masyarakat meluas di media sosial setelah sebuah rekaman video memperlihatkan kendaraan dinas tersebut digunakan oleh istri sang ketua bersama rekan-rekannya untuk menuju ke sebuah kampus di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan tayangan video yang viral tersebut, tampak satu unit kendaraan roda empat bermerek Toyota Camry warna hitam melintasi jalur jalan nasional hingga masuk ke dalam ruas Tol Padang–Sicincin.

Di dalam kabin mobil, terlihat istri dari Doni bersama tiga orang temannya mendokumentasikan suasana di sepanjang perjalanan sambil bersenda gurau.

Bahkan, pada bagian potongan video yang lain, terlihat kemudi mobil dinas itu sempat dipegang oleh salah seorang rekan dari istri Doni.

Mereka tampak menikmati momen perjalanan tersebut sambil terus merekam suasana di dalam kendaraan dinas.

“Kita mau pergi kuliah sama ibuk. Kita kuliah ya, buk. Nah ini ada driver pribadinya, sopir kedua,” ucap sosok perekam video seraya mengarahkan kamera ke rekannya yang tengah menyetir.

Baca Juga  Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Pelaku Curat Simpang Haru

Merespons polemik yang berkembang di tengah masyarakat, Doni Ikhlas akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, terutama bagi warga Kabupaten Limapuluh Kota.

Dirinya mengakui adanya kelalaian serta sangat menyesali peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) itu.

“Saya meminta maaf kepada publik, khususnya masyarakat Limapuluh Kota atas kelalaian saya,” ungkap Doni dalam memberikan keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Doni membeberkan alasan di balik penggunaan kendaraan dinas tersebut oleh istrinya. Menurut Doni, sopir pribadi mereka pada hari itu terpaksa pulang kampung dikarenakan sedang mengalami sakit sehingga tidak bisa bertugas.

Pada waktu yang bersamaan, Doni sendiri pun sedang berada di luar daerah guna melaksanakan agenda perjalanan dinas.

Ia menerangkan bahwa istrinya mempunyai keperluan menuju ke kampus dan direncanakan bakal langsung menjemput dirinya sekalian saat pulang dari agenda dinas luar kota.

Doni mengklaim sama sekali tidak ada intensi dari pihak keluarganya untuk menyalahgunakan fasilitas milik negara tersebut maupun melukai perasaan publik.

Baca Juga  Dipaksa Melayani Pria Asing, Istri di Padang Laporkan Suami ke Polisi

Doni juga menambahkan bahwa persoalan ini murni dipicu akibat minimnya pemahaman mengenai aturan pemanfaatan operasional kendaraan dinas.

Ke depan, dirinya berkomitmen untuk lebih waspada serta bijaksana dalam mengelola fasilitas negara.

“Sekali lagi, secara pribadi dan keluarga saya mohon maaf. Kejadian ini di luar dugaan kami dan semoga ke depan kami dapat lebih menjaga serta mempergunakan fasilitas negara dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi riuh di tengah masyarakat, seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, memberikan pandangan bahwa permasalahan ini tidak harus diperlebar kembali usai adanya klarifikasi dan permohonan maaf dari Doni.

Mantan Wakil Bupati Lima Puluh Kota periode 2016-2021 tersebut menilai perkara ini lebih kepada aspek etika serta ketidaktahuan semata.

“Saya kira tidak perlu persoalan ini diperbesar lagi. Doni sudah menjelaskan sopirnya sedang sakit dan tidak bisa menyetir. Setelah dicermati, ini memang persoalan etik dan pemahaman saja,” tutur Ferizal. (*)