SERUNI.CO – Kecepatan dan pendekatan humanis petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang berhasil menyelamatkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial YF (27) yang nyaris melompat dari Jembatan Siti Nurbaya, Senin (4/5/2026) malam.
Insiden dramatis ini diduga dipicu oleh persoalan internal keluarga yang dialami korban.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengungkapkan bahwa tanda-tanda darurat sudah terdeteksi sejak siang hari.
Korban diketahui sempat menghubungi kanal pelaporan resmi Damkar, meski awalnya enggan mengungkap lokasinya.
“Korban sempat menghubungi kantor Damkar, namun tidak langsung mengungkapkan lokasi keberadaannya,” ujar Rinaldi.
Ketegangan memuncak saat malam tiba. Korban akhirnya memberikan informasi bahwa dirinya berada di atas Jembatan Siti Nurbaya, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.
Merespons laporan tersebut, tim Damkar segera meluncur ke lokasi guna mengevakuasi wanita yang diketahui merupakan ibu satu anak tersebut.
Pendekatan Persuasif Jadi Kunci
Setibanya di lokasi, petugas menemukan YF dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Ia sudah berada di posisi yang sangat berisiko dan siap melompat.
Alih-alih menggunakan paksaan fisik, tim di lapangan memilih strategi mendengarkan sebagai bentuk penanganan psikologis.
Dalam situasi kritis tersebut, korban sempat mencurahkan isi hatinya kepada petugas. Rinaldi menceritakan bahwa komunikasi dua arah tersebut menjadi titik balik yang menyelamatkan nyawa YF.
“Ia sempat meminta Damkar mendengarkan ceritanya dan ia mengaku tak berani bunuh diri meski ia sudah dalam posisi untuk terjun dari lokasi kejadian,” jelas Rinaldi.
Evakuasi dan Penanganan Lanjutan
Setelah kondisi psikologisnya mulai stabil, YF akhirnya bersedia meninggalkan tepian jembatan dan mengikuti instruksi petugas.
Diketahui, perempuan bernama lengkap Yuliannisa Firdaus ini merupakan warga Perumahan Green Farensa 7, Pegambiran, Kecamatan Lubuk Begalung. Ia adalah putri dari seorang konsultan bernama Neng Fatona (55).
Usai diamankan, petugas langsung mengantarkan korban ke kediaman orang tuanya agar mendapatkan dukungan moral dan pengawasan lebih lanjut dari pihak keluarga.
Menutup keterangannya, pria yang akrab disapa Abi ini menekankan pentingnya respons cepat dan empati dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
“Damkar juga memiliki peran penting dalam penanganan kondisi darurat kemanusiaan, termasuk upaya penyelamatan jiwa dalam situasi krisis psikologis,” pungkasnya. (*)












