SERUNI.CO – Musibah kebakaran melahap satu unit bangunan rumah tinggal yang sekaligus difungsikan sebagai toko di Jalan Asra 1 Nomor 22, RT 001/RW 005, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan dampak kerugian materiil yang ditaksir menembus angka Rp750 juta.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan bahwa kabar kebakaran tersebut diterima pihak armada pada pukul 11.08 WIB.
Tim reaksi cepat bergegas meluncur dari markas di waktu yang sama dan tiba di TKP pukul 11.18 WIB usai menempuh rute sepanjang 7,4 kilometer.
“Petugas kami bergerak cepat begitu laporan masuk. Proses pemadaman berhasil kami selesaikan pukul 11.55 WIB, sehingga api tidak sempat menjalar lebih luas ke permukiman warga di sekitarnya,” kata Rinaldi.
Kronologi Kejadian dan Kendala Pemadaman
Berdasarkan penghimpunan data di lapangan, amuk api berawal saat seorang saksi mata mendapati percikan api beserta kepulan asap tebal keluar dari area bangunan rumah milik Zulkifli (68).
Saksi bernama Irwan (63), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat Ketua RT setempat, bergegas mengabarkan insiden tersebut ke pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
“Untuk penyebab pastinya, kami belum bisa memastikan karena masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujar Rinaldi.
Rinaldi menyebutkan bahwa situasi di lokasi sempat menyulitkan upaya penanganan dan pemadaman akibat akses jalan menuju titik kejadian terbilang sempit.
Kondisi ini diperparah oleh rapatnya antardinding bangunan di lingkungan sekitar serta banyaknya warga yang berkumpul menyaksikan musibah.
Dampak Kerugian dan Pengamanan Aset
Amukan api melahap satu unit bangunan yang memadukan fungsi tempat tinggal dan toko PMD. Properti tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Rinaldi memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam musibah ini.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar,” ujar Rinaldi.
Kendati nihil korban jiwa, estimasi kerugian materiil membengkak hingga Rp750 juta. Rinaldi membeberkan, kerusakan berat menimpa satu unit bangunan rumah dan toko PMD, dua unit kendaraan roda empat (mobil), satu unit sepeda motor, serta satu unit bentor (becak motor) di sekitar titik api.
Di samping kerusakan yang melanda, kobaran api sempat mengancam empat bangunan sekitar dengan luasan area terdampak sekitar 1.000 meter persegi.
Berkat langkah taktis tim Damkar, aset milik warga dengan nilai berkisar Rp1 miliar berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Pengerahkan Armada dan Imbauan Kewaspadaan
Guna menjinakkan si jago merah, Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan sembilan unit armada pemadam beserta 80 personel ke lokasi.
Rinaldi mengutarakan bahwa pengerahan personel dan armada dalam jumlah besar ini memang disengaja mengingat tingkat kepadatan bangunan di lokasi yang sangat rentan memicu perluasan api.
“Kami mengerahkan sembilan armada dan 80 personel karena melihat kondisi bangunan yang padat dan akses jalan yang sempit. Ini menjadi pertimbangan utama agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal dan cepat,” kata Rinaldi.
Ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi petugas di lapangan serta kecepatan informasi awal dari warga amat membantu kelancaran pemadaman, hingga api berhasil disekat.
Pasca-insiden ini, Rinaldi mewanti-wanti warga Kota Padang, terutamanya yang menghuni kawasan padat penduduk, agar meningkatkan kewaspadaan atas potensi bahaya kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melapor ke petugas Damkar apabila melihat tanda-tanda awal kebakaran seperti asap atau percikan api. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kami mencegah kerugian yang lebih besar,” tutur Rinaldi. (*)












