SERUNI.CO – Kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto membawa kabar segar bagi berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Mulai dari pecinta budaya populer Korea Selatan hingga pengembangan teknologi antariksa, diplomasi ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi rakyat.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, salah satu topik yang dibahas adalah peningkatan frekuensi konser grup musik asal Negeri Gingseng tersebut di tanah air.
Peningkatan Konser K-Pop di Indonesia
Kabar gembira ini disampaikan Menlu Sugiono dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Presiden Prabowo berencana untuk memfasilitasi lebih banyak ruang bagi para penggemar K-Pop melalui peningkatan jumlah pertunjukan musik.
“Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,” kata Sugiono.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga mengakui baru mengetahui adanya warga negara Indonesia (WNI) yang berkarier sebagai personel grup K-Pop di Korea.
Hal ini terungkap saat Carmen, anggota grup Hearts2Hearts asal Indonesia, hadir dalam jamuan makan siang kenegaraan di Blue House pada 1 Maret 2026 lalu.
Momen tersebut diabadikan melalui foto bersama dengan pose jari hati (finger heart) antara Presiden Prabowo, Presiden Lee, dan Carmen.
Kerja Sama Antariksa dengan Rusia
Selain urusan budaya populer, diplomasi Presiden Prabowo juga menyentuh sektor teknologi tinggi.
Saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, fokus pembicaraan tertuju pada kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan antariksa.
Indonesia berencana mengirimkan putra-putri terbaik untuk mengikuti program pelatihan kosmonaut di Rusia. Langkah ini dipandang sebagai parameter keunggulan teknologi sebuah bangsa.
“Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonautnya Rusia,” ujar Sugiono.
Dampak Langsung untuk Rakyat
Menlu Sugiono menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja luar negeri ini bermuara pada kepentingan nasional.
Baik itu melalui penguatan kompetensi SDM di sektor teknologi orbit maupun peningkatan hubungan budaya yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dari hubungan kita dengan berbagai negara di dunia,” pungkasnya. (*)












