Olahraga

Semen Padang FC Resmi Degradasi Usai Tumbang di Markas Dewa United

×

Semen Padang FC Resmi Degradasi Usai Tumbang di Markas Dewa United

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Kenyataan pahit harus diterima Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Dewa United FC di Banten International Stadium, Serang, Minggu (3/5/2026), memastikan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut resmi turun kasta ke Liga 2 musim depan.

Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak oleh Noah Sadaoui pada menit ke-32. Memanfaatkan umpan matang dari Johnathan,

Sadaoui berhasil melakukan penyelesaian efektif yang menjadi penentu hasil akhir laga sengit tersebut.

Masalah Efektivitas Lini Depan

Meskipun kalah dalam penguasaan bola (41% berbanding 59%), Semen Padang sebenarnya tampil cukup agresif.

Berdasarkan statistik pertandingan, Kabau Sirah tercatat unggul dalam jumlah tembakan tepat sasaran dengan enam peluang, berbanding empat milik Dewa United.

Baca Juga  Prediksi Skor Portugal vs RD Kongo Piala Dunia 2026

Namun, persoalan klasik berupa buruknya efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi batu sandungan bagi tim asal Sumatera Barat ini.

Dominasi peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol, sementara Dewa United tampil lebih tenang dan mampu memaksimalkan peluang krusial mereka.

Kepastian Matematis dan Pengulangan Sejarah

Hasil minor ini membuat Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Secara matematis, dengan sisa tiga pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih hanya 29 angka.

Jumlah tersebut tidak cukup untuk menggeser Madura United yang berada di batas aman zona degradasi dengan koleksi 29 poin, lantaran Madura United unggul secara head-to-head atas Kabau Sirah.

Baca Juga  Hasil Liga 2, Semen Padang FC Curi Kemenangan 0-1 di Kandang Persiraja

Kondisi ini mengulang sejarah kelam musim 2019, di mana Semen Padang juga harus terdegradasi ke Liga 2.

Evaluasi Total untuk Kembali Bangkit

Degradasi ini menjadi pukulan telak sekaligus bahan evaluasi menyeluruh bagi manajemen klub. Inkonsistensi performa sepanjang musim menjadi catatan penting yang perlu dibenahi, mulai dari strategi kepelatihan, komposisi pemain, hingga mentalitas bertanding.

Bagi para pendukung setia, hasil ini merupakan duka mendalam. Kini, harapan tertuju pada langkah pembenahan total manajemen agar Semen Padang FC dapat segera bangkit dan kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim-musim mendatang. (*)