SERUNI.CO – Menjelang duel krusial pekan ketujuh Liga 2 (Championship) 2026 menghadapi Persiku Kudus pada Minggu (24/10) mendatang, Semen Padang FC diterpa persoalan kedisiplinan di luar arena pertandingan.
Tidak tanggung-tanggung, Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) menimpakan tiga sanksi dengan akumulasi denda mencapai Rp75 juta kepada tim berjuluk Kabau Sirah.
Sanksi ini buntut dari serangkaian pelanggaran sewaktu bersua PSMS Medan yang tuntas dengan skor imbang 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga pada 17 Oktober 2026.
Mengutip rilis resmi hasil keputusan sidang Komdis PSSI bertanggal 21 Oktober 2026, Semen Padang FC diganjar tiga vonis denda terpisah, yang masing-masing nilainya sebesar Rp25 juta.
Hukuman finansial pertama dijatuhkan lantaran terdapat lima pilar pemain Semen Padang FC yang mengantongi kartu kuning dalam satu laga.
Selanjutnya, skuad asuhan Stefano Cugurra tersebut turut diganjar denda dengan angka serupa akibat kiper mereka tampil tanpa mengenakan kostum bernomor punggung di tengah laga yang sedang berjalan.
Adapun tindakan pelanggaran ketiga menyasar pada elemen atasan tim, yakni Muh Akmal Almy M.Or.
Berdasarkan salinan petikan keputusan resminya, Komdis PSSI menegaskan bahwasanya Akmal terbukti “melakukan protes berlebihan dan mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada perangkat pertandingan serta mendapatkan kartu merah langsung.”
Imbas dari sikap tidak terpuji tersebut, Akmal dikenai sanksi denda bernilai Rp25 juta disertai hukuman larangan berada di area bench untuk mendampingi tim dalam empat laga ke depan.
Vonis ini kian menambah beban persoalan bagi internal Semen Padang FC jelang melakoni partai lanjutan kompetisi Championship 2026.
Hukuman teranyar ini kian memperpanjang rekam jejak sanksi disiplin yang mesti ditanggung Semen Padang FC selama mengarungi kompetisi Championship 2026.
Sebelum keputusan ini keluar, klub kebanggaan masyarakat Minang tersebut telah lebih dulu dijatuhi sanksi denda administratif bernilai Rp20 juta usai adanya insiden masuknya penonton ke dalam area lapangan pada laga kandang pembuka pekan kedua sewaktu menjamu PSIS Semarang.
Rentetan sanksi tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi jajaran manajemen Semen Padang FC dalam membenahi kedisiplinan jajaran tim serta tata kelola penyelenggaraan laga kandang.
Di tengah pematangan taktik menghadapi Persiku Kudus pada pekan ketujuh, pihak klub kini harus menanggung konsekuensi finansial sekaligus kehilangan figur ofisial imbas pelanggaran pada pertandingan terdahulu. (*)












