SERUNI.CO – Christian Pulisic terus menjadi pusat perhatian, namun kali ini bukan karena prestasinya di lapangan.
Memasuki jeda internasional, bintang asal Amerika Serikat ini justru menjadi sorotan utama media Italia, La Gazzetta dello Sport, akibat penurunan performa yang cukup signifikan sepanjang awal tahun 2026.
Hingga saat ini, Pulisic belum juga mencetak gol, baik untuk AC Milan maupun tim nasional Amerika Serikat. Sebuah statistik yang mengkhawatirkan bagi pemain yang sebelumnya menjadi tumpuan di lini serang.
Kejujuran di Tengah Keterpurukan
Kekecewaan Pulisic memuncak saat Amerika Serikat tumbang 2-5 dari Belgia dalam laga persahabatan. Meski merasa kondisi fisiknya prima, ia mengakui kegagalannya dalam memanfaatkan peluang emas di depan gawang.
“Saya kecewa pada diri sendiri. Ada momen-momen di mana saya seharusnya bisa tampil lebih baik. Ini periode yang sulit, tapi saya tidak panik,” ungkap pemain yang dijuluki Captain America tersebut.
Ia yakin bahwa gol hanya tinggal menunggu waktu dan berharap kebuntuan ini segera berakhir sebelum turnamen besar di musim panas mendatang.
Namun, pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino, memberikan kritik yang lebih tajam. Ia menyayangkan peluang “raksasa” yang disia-siakan Pulisic saat melawan Belgia, yang menurutnya bisa mengubah hasil akhir pertandingan.
Kehilangan Ban Kapten dan Tantangan di Milan
Krisis kepercayaan diri ini berdampak pada statusnya di tim nasional. Pochettino memutuskan untuk mencopot ban kapten dari lengan Pulisic dalam beberapa laga terakhir.
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di rumah sendiri, posisi Pulisic sebagai ikon sepak bola Amerika kini mulai dipertanyakan jika ia tak segera bangkit.
Setelah menelan kekalahan lagi dari Portugal (0-2), Pulisic dijadwalkan segera kembali ke Milanello pada hari Jumat. Fokus utamanya kini adalah mempersiapkan diri menghadapi laga krusial melawan Napoli.
Memutus Kutukan 90 Hari
Pulisic kini mencatatkan rekor buruk dengan melewati 90 hari tanpa gol sebuah kekeringan terlama sejak ia berseragam Merah-Hitam. Gol terakhirnya tercipta pada akhir Desember tahun lalu saat melawan Verona.
Laga melawan Napoli akhir pekan ini menjadi kesempatan emas untuk pembuktian. Pada pertemuan pertama musim ini, ia tampil heroik dengan satu gol dan satu assist.
AC Milan sangat berharap Pulisic mampu mengulang performa tersebut untuk memutus “kutukan” gol yang tengah menghantuinya. (*)












