Gaya Hidup

Mengapa Mata Sudah Mengantuk tapi Tubuh Sulit Tertidur? Ini Penyebabnya

×

Mengapa Mata Sudah Mengantuk tapi Tubuh Sulit Tertidur? Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Mengalami situasi di mana kelopak mata terasa sangat berat namun tubuh tidak kunjung terlelap tentu menjadi hal yang menjengkelkan.

Fenomena ini bisa dipicu oleh beragam faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat hingga indikasi adanya masalah kesehatan tertentu.

Meski mengganggu, kondisi ini sebenarnya dapat diatasi melalui beberapa langkah penanganan yang tepat.

Secara biologis, rasa kantuk adalah sinyal alami bahwa tubuh telah lelah dan memerlukan istirahat. Dalam kondisi normal, munculnya rasa kantuk akan mempermudah seseorang untuk langsung terlelap.

Kendati demikian, beberapa faktor spesifik dapat menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Berbagai Faktor Pemicu Susah Tidur Saat Mengantuk

Berdasarkan data medis, terdapat beberapa kondisi utama yang membuat Anda tetap terjaga meski sudah mengantuk:

  • Terganggunya Ritme Sirkadian: Mekanisme alami tubuh yang mengontrol jadwal tidur dan bangun ini bisa kacau akibat kebiasaan tertentu. Faktor pemicunya meliputi bekerja dengan sistem shift, bepergian ke zona waktu berbeda, stres jangka panjang, atau efek samping obat-obatan.
  • Tidur Siang Berlebihan: Walau efektif memulihkan fokus dan suasana hati, durasi tidur siang yang terlampau lama justru memicu rasa kantuk berlebih di malam hari sekaligus menurunkan kualitas tidur.
  • Penggunaan Gadget Sebelum Tidur: Memaksakan diri memantau gawai hingga begadang dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination. Kebiasaan ini umumnya dipicu oleh kurangnya waktu luang untuk bersantai di siang hari.
  • Pola Makan yang Dekat dengan Jam Tidur: Mengonsumsi makanan sesaat sebelum tidur meningkatkan risiko GERD (naiknya asam lambung ke kerongkongan) yang memicu ketidaknyamanan. Sebaliknya, memaksakan tidur dalam kondisi lapar juga bisa membuat Anda terjaga.
Baca Juga  Olahraga Cuma Seminggu Sekali Bagi Pria, Cukup Sehat atau Malah Berbahaya?

Kaitannya dengan Gangguan Kesehatan Medis dan Mental

Selain faktor kebiasaan, kondisi fisik dan psikologis juga memegang peranan penting:

“Mata mengantuk tetapi tidak bisa tidur dapat menjadi gejala dari gangguan tidur. Restless legs syndrome misalnya, keinginan untuk terus menggerakkan kaki saat hendak tidur bisa membuat penderitanya sulit tidur padahal sudah mengantuk.”

Masalah lain seperti gangguan telat tidur-telat bangun, sleep apnea, serta gangguan mental seperti depresi dan kecemasan juga memperbesar risiko ini akibat munculnya rasa sedih, ketakutan, hingga overthinking.

Baca Juga  Arti Lagu dan Makna All of Me John Legend, Tentang Penerimaan Cinta Total

Bahkan, penyakit tiroid seperti hipertiroid maupun hipotiroid turut memengaruhi.

Pada hipotiroid, tubuh menjadi cepat lelah dan mengantuk, namun gejala penyerta seperti dada berdebar dan cemas berlebih justru membuat penderita sulit menenangkan pikiran untuk tertidur.

Panduan Mengatasi Sulit Tidur Menurut Arahan Medis

Karena pemicunya sangat beragam, penanganan medis yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab dasarnya melalui konsultasi bersama dokter.

Namun, Anda juga dapat menerapkan beberapa kiat mandiri berikut untuk mempermudah tidur:

  1. Kondisikan area kamar tidur agar nyaman dengan meredupkan lampu, menjaga suhu tetap sejuk, dan bebas dari suara bising.
  2. Singkirkan atau pindahkan gawai ke ruangan lain sebelum Anda berbaring.
  3. Terapkan aktivitas relaksasi menjelang tidur, seperti membaca, menulis jurnal, mandi air hangat, atau melakukan meditasi.
  4. Gunakan teknik latihan pernapasan serta afirmasi positif untuk meredakan kecemasan dan pikiran negatif. (*)