SERUNI.CO – Jagat media sosial Instagram tengah ramai dengan keluhan pengguna yang menyadari penurunan jumlah pengikut (follower) secara mendadak.
Fenomena ini terpantau mulai terjadi sejak Rabu (6/5/2026) malam dan terus meluas hingga Kamis (7/5/2026) pagi.
Para pengguna melaporkan kehilangan jumlah pengikut dalam skala yang beragam, mulai dari puluhan hingga ribuan akun dalam waktu singkat.
Hal ini memicu keresahan bagi pemilik akun pribadi maupun akun bisnis yang bergantung pada metrik popularitas digital tersebut.
Keluhan Masif di Kalangan Pengguna
Berbagai testimoni dari netizen membanjiri platform media sosial lainnya. Banyak yang terkejut melihat angka pengikut mereka menyusut drastis dalam hitungan jam.
“Iya lagi kemarin perasaan sudah mau 2k sekarang malah hilang 200,” tulis salah satu pengguna.
“Hampir 1.500 (hilang),” timpal akun lainnya yang mengonfirmasi penurunan drastis tersebut.
Bagi sebagian besar pengguna, hilangnya ratusan hingga ribuan pengikut ini dianggap tidak wajar dan diduga bukan sekadar gangguan teknis biasa atau masalah koneksi.
Dugaan Pembersihan Akun Bot dan Aktivitas Tidak Autentik
Salah satu asumsi kuat di balik fenomena ini adalah langkah Instagram dalam melakukan “bersih-bersih” massal terhadap akun bot atau akun yang sudah tidak aktif.
Praktik ini sebenarnya bukan hal baru; pada 2018, Instagram pernah mengumumkan penghapusan aktivitas tidak autentik seperti like, follow, dan komentar yang berasal dari aplikasi pihak ketiga.
Langkah ini diambil guna memastikan interaksi di dalam platform tetap organik dan asli.
Penggunaan layanan peningkat popularitas otomatis secara tegas dilarang karena melanggar Pedoman Komunitas Instagram.
Kaitan dengan Regulasi Perlindungan Anak (PP Tunas)
Selain isu akun bot, dugaan lain mengarah pada kebijakan terbaru Meta terkait batas usia pengguna di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Facebook, Instagram, dan Threads resmi menaikkan batas usia minimum pengguna menjadi 16 tahun.
Kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas mengenai perlindungan anak di ruang digital, yang mewajibkan platform mematuhi regulasi tersebut paling lambat 28 Maret 2026 lalu.
“Meta akan mulai menghapus akun-akun milik pengguna yang berusia di bawah 16 tahun,” tegas Meutya Hafid dalam konferensi pers, Kamis (9/4/2026).
Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Instagram mengenai penurunan jumlah pengikut secara spesifik pada Mei 2026 ini, sinkronisasi kebijakan batas usia dan pembersihan akun tidak autentik dinilai menjadi faktor utama di balik fenomena tersebut. (*)









