Gaya Hidup

Melawan Stereotip Kulit Gelap dan Standar Kecantikan Media Massa di Indonesia Kini

×

Melawan Stereotip Kulit Gelap dan Standar Kecantikan Media Massa di Indonesia Kini

Sebarkan artikel ini
Laki-laki kulit hitam di Afrika. (Foto: Pixabay)
Laki-laki kulit hitam di Afrika. (Foto: Pixabay)

SERUNI.CO – Tindakan memaki atau merundung seseorang karena warna kulit merupakan bentuk rasisme yang tidak dapat dibenarkan.

Kekerasan verbal ini secara nyata dapat merusak kesehatan mental serta menghancurkan kepercayaan diri korbannya.

Penting untuk diingat bahwa warna kulit adalah bentuk keragaman, bukan sebuah keburukan atau aib.

Stereotip dan Pengaruh Media

Ardi Setiawan lewat Quora menyoroti bahwa di Indonesia, permasalahan ini sering berakar dari ketidaksadaran bahwa semua warna kulit pada dasarnya sama.

Muncul stereotip negatif terhadap pemilik kulit gelap, seperti dianggap malas, kotor, atau tidak merawat diri, padahal warna kulit dominan dipengaruhi oleh faktor keturunan.

“Warna kulit tidak menentukan siapa Anda, itu hanya pigmen,” tulis Ardi.

Ia juga mengkritik paparan iklan media massa yang terus mengglorifikasi produk pemutih, sehingga menciptakan standar kecantikan yang tidak sesuai dengan warna asli kulit Indonesia yang mayoritas kuning-sawo matang.

Baca Juga  Bantai Kamboja 3-0, Indonesia Tampil Perkasa di Babak Pertama Piala AFF 2026

Hal ini menyebabkan konotasi bahwa cantik selalu identik dengan kulit putih.

Sejarah dan Perilaku Sosial

Senada dengan hal tersebut, Soetanto Juwono mengaitkan rasisme ini dengan sejarah perbudakan antara kulit hitam dan putih di dunia Barat.

Menurutnya, praktik perbudakan tersebut tidak menghargai perbedaan. Ia menegaskan bahwa seseorang seharusnya hanya dipandang negatif berdasarkan kepribadian yang buruk, seperti suka menipu, mencuri, atau angkuh, bukan karena fisik.

“Orang lebih mudah terprovokasi karena masalah perbedaan warna kulit daripada berpikir yang benar,” tulis Soetanto.

Penghargaan terhadap Talenta dan Karakter

Sementara itu, Addams berbagi perspektif mengenai sejarah penjajahan yang membentuk stigma negatif.

Meski sempat memiliki pandangan kurang baik, ia mengaku berubah setelah mengagumi karya-karya dari orang kulit gelap.

Baca Juga  Kode Redeem Free Fire 4 September 2026 dan Panduan Ambil Hadiah Gratis

Ia memuji kehebatan mereka dalam bidang olahraga basket hingga kemampuan musik yang powerful dan penuh penjiwaan.

Secara fashion, orang kulit hitam dinilai memiliki penampilan yang sangat keren.

“Saya benar-benar mengagumi mereka bahkan saya sampai bangga bisa berbincang dengan mereka,” ungkapnya.

Langkah Menghadapi Perundungan

Menghadapi fenomena rasisme ini, cara terbaik untuk melawan adalah dengan tidak menghiraukan hinaan tersebut.

Pelaku seringkali hanya ingin melihat korbannya terpuruk. Dengan tetap fokus pada diri sendiri dan tidak memberi kesempatan bagi orang lain untuk menyakiti, maka penghina akan merasa tidak berdaya.

Menghina warna kulit, suku, atau budaya adalah tindakan rasial yang harus dihindari demi menjaga kesehatan mental bersama. (*)