Gaya Hidup

Makna Lagu Sesi Potret, Kolaborasi Enau dan Ari Lesmana Tentang Kehilangan

×

Makna Lagu Sesi Potret, Kolaborasi Enau dan Ari Lesmana Tentang Kehilangan

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Musisi Enau berkolaborasi dengan Ari Lesmana merilis karya terbaru bertajuk “Sesi Potret”.

Lagu ini menjadi sorotan karena kedalaman liriknya yang mengangkat tema kehilangan, kerinduan, dan penyesalan mendalam terhadap seseorang yang telah berpulang ke peristirahatan terakhir.

Makna Lagu

Lagu “Sesi Potret” merupakan sebuah narasi emosional tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit saat kembali ke kampung halaman.

Melalui lirik yang jujur dan puitis, karya ini menggambarkan transisi dari rasa optimis menjadi kesedihan yang sunyi.

Tokoh utama diceritakan berhasil sukses secara ekonomi, namun kesuksesan tersebut terasa hambar karena sosok yang dicintai telah meninggal dunia.

Tokoh dan Pengisi Suara

Karya ini dibawakan oleh Enau bersama vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana.

Dalam liriknya, tokoh utama adalah seorang perantau yang sebelumnya terhalang pulang karena kendala biaya, sementara subjek yang dirindukan adalah sosok yang setia menunggu namun akhirnya pergi selamanya.

Latar Belakang Penyesalan

Penyesalan menjadi inti emosional dalam lagu ini. Tokoh utama merasa bersalah karena tidak hadir di saat-saat terakhir.

Penyesalan tersebut tertuang dalam lirik: “Sesal hatiku tak sempat temani kamu”dan “Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu.”

Ada pesan mendalam mengenai betapa manusia seringkali baru menyadari arti penting seseorang setelah kehilangan mereka.

Baca Juga  Moscow Fashion Week 2026, Panggung Global bagi Desainer Muda dan Tren Berkelanjutan

 Latar Waktu dan Tempat

Cerita bermula saat tokoh utama mampu pulang setelah “berjuta alasan” di tahun sebelumnya karena penghasilan yang pas-pasan.

Setibanya di kampung halaman, ia tidak disambut oleh sosok yang dinanti, melainkan harus berkunjung ke sebuah “rumah baru”.

Penggunaan Simbol dan Metafora

Enau dan Ari Lesmana menggunakan metafora yang kuat untuk menggambarkan kematian.

Istilah “Rumah Baru” dalam lirik “Ku bertamu ke rumah barumu, tak ada kamu, hanya papan dan namamu” merujuk pada makam atau tempat peristirahatan terakhir.

Selain itu, judul “Sesi Potret” menyimbolkan momen foto bersama yang kini terasa pincang. Lirik “Sesi potret yang selalu ku benci, aneh rasanya kau tak di sini, susunan barisannya tak sama lagi” menunjukkan bahwa formasi keluarga atau orang terdekat telah berubah selamanya karena ada satu orang yang telah tiada.

Kejujuran dalam Ketidakikhlasan

Berbeda dengan lagu bertema kehilangan pada umumnya, “Sesi Potret” mengakui sulitnya proses ikhlas.

Pengakuan jujur muncul dalam baris: “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir.” Hal ini menggambarkan sisi manusiawi di mana rasa gengsi dan kesedihan seringkali menghambat seseorang untuk menerima kenyataan dengan cepat.

Baca Juga  Arti dan Makna Lagu You! by LANY, Ungkapan Rasa Tak Utuh Tanpa Pasangan

Lirik Lagu “Sesi Potret” –Enau & Ari Lesmana

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini kubisa pulang Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya bukan kau yang menyambutku

Oh ternyata kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Gengsi menyelimutiku

Manusia ini kehilanganmu

Ha-ha-ha-ha

Sesi potret yang selalu ku benci

Aneh rasanya kau tak di sini

Susunan barisannya tak sama lagi

Oh ho ho satu dua tiga

Ini nyata kau telah pergi

Ku bertamu kerumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu

Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku

Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu. (*)