SERUNI.CO – Penyanyi berbakat Bernadya kembali memberikan kejutan bagi para penggemarnya dengan meluncurkan karya terbaru.
Setelah sukses merilis Kita Buat Menyenangkan pada Januari silam, kini ia memperkenalkan single teranyar bertajuk Rabun Jauh.
Karya terbaru ini resmi diperkenalkan kepada publik melalui unggahan video lirik di kanal YouTube resmi Bernadya pada 13 April 2026.
Dalam proses produksinya, lagu ini menjadi proyek kolaborasi istimewa karena ditulis oleh Bernadya bersama dua musisi ternama, yakni Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga.
Makna Mendalam di Balik Lirik Rabun Jauh
Single Rabun Jauh membawa narasi emosional tentang kerinduan dan harapan di bawah lampu panggung.
Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang tengah tampil di hadapan publik, namun fokusnya hanya tertuju pada satu sosok berarti yang ia harapkan hadir di antara kerumunan penonton.
Meski berada di tengah keramaian, sang tokoh utama dalam lagu ini merasa yakin mampu mengenali tatapan mata sosok spesial tersebut.
Namun, keyakinan itu berujung pada realitas yang getir. Sosok yang dinanti tidak kunjung terlihat, menyisakan rasa hampa dan kekecewaan mendalam di balik penampilannya yang tetap harus berlanjut.
Pesan tentang ekspektasi yang tidak terwujud dan kesepian di tengah keramaian menjadi inti kekuatan cerita dari lagu ciptaan Bernadya, Rendy, dan Kamga ini.
Kini, para penggemar sudah dapat menikmati visualisasi lirik dari lagu tersebut di platform YouTube.
Lirik Lagu Rabun Jauh – Bernadya
Rabun jauh, dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Reff:
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam. (*)












