Gaya Hidup

Indonesia x Singapore Orchid Extravaganza Resmi Dibuka di Gardens by the Bay

×

Indonesia x Singapore Orchid Extravaganza Resmi Dibuka di Gardens by the Bay

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia kini hadir memukau di jantung Singapura.

Kubah kaca raksasa Flower Dome di Gardens by the Bay malam ini resmi bersolek menjadi ruang pameran hidup yang menampilkan pesona kepulauan Nusantara.

Transformasi ini menandai dibukanya gelaran Indonesia x Singapore Orchid Extravaganza, yang merupakan bagian dari agenda besar MASA Singapore 2026.

Di bawah kubah ikonik tersebut, sebanyak lebih dari 30 instalasi seni dan budaya yang merepresentasikan delapan wilayah geografis Indonesia tampak menyala dengan anggun, membentang dari ujung barat Sumatera hingga ke area timur Kalimantan.

Pelaksanaan pameran ini mengukir sejarah baru dalam hubungan kultural antara kedua negara tetangga.

Indonesia menorehkan pencapaian sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang tampil sebagai peserta pameran di Gardens by the Bay sebagai global hub.

Langkah ini menjadi simbol eratnya ikatan bilateral sekaligus penanda semakin kuatnya eksistensi ekosistem kreatif Indonesia di ranah internasional.

Sebelum peresmian dimulai, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, sempat menyambangi Flower Dome untuk meninjau persiapan akhir.

Dalam kunjungan tersebut, ia disambut langsung oleh Mr. Felix Loh selaku Chief Executive Officer Gardens by the Bay yang mengutarakan apresiasi tingginya terhadap pameran ini.

“Ini adalah salah satu instalasi seni paling elaboratif dan memukau yang pernah kami sambut di Flower Dome. Konsep dan eksekusinya benar-benar luar biasa sebuah persembahan Indonesia yang akan membuat pengunjung dari seluruh dunia terpesona,” ujar Mr. Felix Loh.

Prosesi upacara pembukaan dilangsungkan pada tanggal 4 Juli 2026 dari pukul 18.00 hingga 21.00 SGT.

Agenda ini diintegrasikan ke dalam rangkaian Singapore Garden Festival 2026, yang berbarengan dengan Presentasi Penghargaan Singapore Orchid Show oleh Orchid Society of South East Asia.

Masyarakat umum dapat mengunjungi pameran ini setiap hari mulai tanggal 4 Juli hingga 10 Agustus 2026 pada pukul 09.00–21.00.

Baca Juga  Efektivitas Mendengarkan Musik untuk Atasi Insomnia Menurut Penelitian

Perayaan untuk Dua Bangsa

Malam pembukaan pameran diawali oleh pidato sambutan dari CEO Gardens by the Bay, Mr. Felix Loh, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar.

Dalam pidatonya, Irene menekankan signifikansi pameran ini dalam kerangka diplomasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif nasional.

“Orchid Extravaganza bukan sekadar pameran ini adalah cara Indonesia bercerita kepada dunia. Melalui kekayaan geografis dan budaya yang diterjemahkan ke dalam karya seni, kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia adalah ekosistem kreatif yang hidup dan terus berkembang,” ungkap Irene Umar.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mr. Nicholas Chua yang menjabat sebagai Presiden Orchid Society of South East Asia, sesaat sebelum Presentasi Penghargaan Singapore Orchid Show dimulai.

Kemeriahan malam peresmian memuncak saat disajikannya pertunjukan Tari Sirna Kala. Tarian budaya tersebut memadukan gerak dan kisah warisan Nusantara, yang kemudian diikuti dengan momentum seremonial bersama para tamu kehormatan sebagai tanda sah dibukanya Orchid Extravaganza.

Kemegahan pameran ini tidak lepas dari peran kolektif anak muda kreatif Indonesia yang sukses menerjemahkan akar budaya ke dalam estetika visual universal.

“Saya ingin setiap orang yang masuk ke Flower Dome merasakan perjalanan melintasi Indonesia bukan melalui peta, tapi melalui rasa, bentuk, dan cerita yang hidup dalam setiap instalasi. Ini adalah cara kami menerjemahkan kekayaan intelektual geografis Indonesia ke dalam pengalaman yang bisa dirasakan oleh siapa saja, dari mana saja,” tutur Ferdiansah Dela selaku Event Activation Director MASA.

Ragam Instalasi Seni Delapan Wilayah Nusantara

Pameran Orchid Extravaganza menyuguhkan petualangan imersif yang merangkum delapan wilayah geografis di Indonesia, meliputi Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, East Nusa Tenggara, Papua, dan Kalimantan.

Tiap daerah direpresentasikan melalui karya seni yang memadukan kekayaan intelektual geografis, arsitektur khas, tanaman endemik, serta satwa lokal.

Dibuat secara artistik dari jalinan dedaunan, delapan kawasan tersebut membawa simbol visual dan identitas budaya masing-masing:

  • Jawa Tengah — The Peacock (Burung Merak)
  • Jakarta — The Ondel-Ondel (Ondel-ondel)
  • Lampung — Siger Tiger (Harimau Sumatra)
  • Bali — Balinese Naga Sculpture (Patung Naga Bali)
  • Nusa Tenggara Timur — Komodo Dragon (Komodo)
  • Papua — Lotus Spirit (Bunga Lotus)
  • Sumatra — Rafflesia Bloom (Bunga Raflesia)
  • Kalimantan — Hornbill’s Canopy (Burung Rangkong)
Baca Juga  Bantai Kamboja 3-0, Indonesia Tampil Perkasa di Babak Pertama Piala AFF 2026

Pameran ini diwujudkan lewat konsep gotong royong dengan menggandeng jajaran pegiat kreatif papan atas Indonesia.

Tim Make a Scene turut andil dalam merajut anyaman patung dedaunan yang menjadi elemen utama instalasi.

Kolaborasi dari Pagelaran Sabang Merauke serta Mortier x Jerhemy Owen ikut memperdalam dimensi petualangan budaya dan pesan keberlanjutan di ruang pameran.

Selain itu, pelukis muda Erika Richardo mempersembahkan sebuah lukisan eksklusif sebagai kado penghormatan bagi Gardens by the Bay Singapura.

Gestur seni ini menjadi simbol kehangatan hubungan diplomasi yang melandasi kemitraan Indonesia dan Singapura.

Pengalaman para pengunjung di area pameran kian lengkap dengan alunan musik latar resmi bertajuk Sound of Indonesiahasil gubahan Maestro Addie MS.

Komposisi musik yang menggema di seluruh sudut area ini dirancang untuk merayakan kekayaan budaya Nusantara.

Di sisi lain, inovasi teknologi ditonjolkan lewat Electronic Gamelan (E-Gamelan) kreasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Alat musik ini menampilkan konsep baru gamelan Jawa lewat sentuhan robotik, sejalan dengan visi MASA untuk mempertemukan aspek tradisi dan inovasi masa depan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan pameran Orchid Extravaganza ini disokong penuh oleh ekosistem institusional dan korporasi di Indonesia.

Kolaborasi luas yang menjadi pilar utama MASA ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, yaitu: Astra, BCA, CFX, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Hukum RI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), AMMAN, InJourney, Tiket.com, Vidio, Wonderful Indonesia, Citilink, Garuda Indonesia, MAIKA, Museum of Toys, Nusaé, TALE X, serta ZigZag. (*)