SERUNI.CO – Optus Stadium yang berlokasi di Perth, Australia, menjadi saksi sengitnya laga uji coba pramusim yang mempertemukan dua rival sekota, AC Milan dan Inter Milan.
Pertandingan derbi bertajuk Derby della Madonnina tersebut berlangsung penuh tensi hingga diwarnai drama eksekusi penalti pada menit-menit akhir pertandingan.
Atmosfer semarak menyelimuti arena Optus Stadium sebelum laga dimulai. Kedua kesebelasan terlebih dahulu melangsungkan momen mengheningkan cipta demi memberikan penghormatan terakhir kepada sosok legenda AC Milan, Franco Baresi, yang wafat sehari menjelang duel digelar.
Begitu peluit awal dibunyikan, AC Milan tampil menekan dan langsung menginisiasi serangan.
Kesempatan emas didapatkan pada menit kedelapan saat Cissé berhasil melepaskan diri dari kawalan lini belakang, meski eksekusi akhirnya masih menyamping dari sasaran.
Empat menit kemudian, skuad Milan kembali mengancam. Operan yang dilepaskan Samuel Chukwueze di area tiang jauh gagal disempurnakan oleh Davide Bartesaghi.
Tekanan Rossoneri berlanjut di menit ke-18 yang menjadi peluang terbaik mereka sepanjang paruh pertama.
Ruben Loftus-Cheek melakukan penetrasi dari sektor kanan lalu menyodorkan umpan tarik menuju Yunus Musah, tetapi sepakan pertama Musah hanya mampu menggetarkan tiang gawang.
Memasuki pertengahan babak pertama, Inter mulai menemukan ritme permainannya. Rentetan ancaman yang dilancarkan lewat Alessandro Bastoni, Francesco Pio Esposito, hingga Piotr Zielinski masih sanggup diamankan oleh penjaga gawang AC Milan, Lorenzo Torriani.
Kedudukan kacamata tanpa gol pun bertahan sampai waktu istirahat tiba.
Memasuki babak kedua, Inter akhirnya memecah buntu pada menit ke-52. Berawal dari operan Lavelli yang diterima Nicolo Barella, bola kemudian dikirimkan ke mulut gawang dan diselesaikan secara sempurna oleh Federico Dimarco untuk mengubah skor menjadi 1-0 bagi keunggulan Nerazzurri.
Enam menit pascalaga berjalan kembali, Inter nyaris memperlebar keunggulan melalui skema kombinasi Zielinski dan Diouf yang menyodorkan umpan matang kepada Henrikh Mkhitaryan.
Akan tetapi, tembakan sang gelandang Armenia tersebut menyimpang tipis di sisi tiang gawang.
Merespons situasi tersebut, AC Milan melakukan penyegaran susunan pemain. Penyerang anyar mereka, Gonçalo Ramos, mengancam pada menit ke-70, yang disusul aksi Rafael Leão dua menit setelahnya di mana umpan silangnya gagal dimaksimalkan Christopher Nkunku akibat kesigapan Yann Sommer Martínez dalam memotong bola.
Usaha Rossoneri membuahkan hasil di menit ke-83 setelah wasit menunjuk titik putih lantaran Carlos Augusto dinilai melakukan pelanggaran terhadap Nkunku di dalam area terlarang.
Nkunku yang mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut melepaskan tembakan keras yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Inter hampir kembali mengunggul pada menit ke-88 lewat sepakan kencang Hakan Çalhanoğlu dari luar kotak penalti, namun penyelamatan krusial yang ditunjukkan Torriani menggagalkan ancaman tersebut.
Sampai tiga menit masa injury time usai, tak ada lagi gol yang diciptakan kedua tim. Laga derbi di Perth ini pun ditutup dengan hasil imbang 1-1.
Susunan Pemain
AC Milan (3-4-2-1): 96 Torriani; 31 Pavlovic (5 De Winter 62′), 46 Gabbia (42 Terracciano 62′), 23 Tomori (35 Vladimirov 62′); 80 Musah (30 Jashari 62′), 8 Loftus Cheek (10 Leao 62′), 19 Fofana (14 Modric 62′), 33 Bartesaghi (2 Estupinian 46′); 21 Chukwueze (56 Saelemaekers 62′), 70 Cissé (18 Nkunku 46′); 73 Camarda (9 Ramos 62′).
Pelatih: Ruben Amorim.
Inter Milan (3-5-2): 1 Martinez (49 Provedel); 28 Pavard (46 Bovio 76′), 31 Bisseck (48 Mosconi 94′), 95 Bastoni (30 Carlos Augusto 70′); 17 Diouf (11 Luis Henrique 70′), 23 Barella (16 Frattesi 70′), 5 Stankovic (22 Mkhitaryan 46′), 7 Zielinski (20 Calhanoglu 70′), 32 Dimarco (56 Maye 80′); 52 Iddrissou (53 Lavelli 46′), 94 Esposito (14 Bonny 70′).
Pelatih: Cristian Chivu. (*)












