Berita

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026? Ini Penjelasannya

×

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Topik mengenai kemungkinan penurunan harga Pertamax menjadi salah satu rumor yang ramai diperbincangkan publik jelang pergantian bulan dari Juli menuju Agustus 2026.

Atensi masyarakat tertuju pada kepastian penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi besutan Pertamina, termasuk jenis Pertamax.

Meski isu penurunan harga berembus kencang, kepastian penyesuaian tarif Pertamax per 1 Agustus 2026 belum dapat dipastikan.

Berdasarkan informasi terkini hingga akhir Juli, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih memproses kalkulasi harga keekonomian BBM jenis nonsubsidi untuk periode Agustus 2026.

Lantaran proses perhitungan masih berjalan, publik diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum rilis daftar harga resmi diterbitkan pemerintah maupun pihak terkait.

Menurut penjelasan Kementerian ESDM, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti skema evaluasi berkala yang memperhitungkan sejumlah elemen pembentuk harga.

Seruni.co turut melaporkan bahwa Kementerian ESDM masih mengkalkulasi peluang perubahan tarif untuk Pertamax beserta jajaran BBM nonsubsidi lainnya guna menyongsong periode Agustus 2026.

Perbedaan Regulasi BBM Nonsubsidi dan Subsidi

Penyesuaian tarif pada sektor BBM nonsubsidi memiliki mekanisme yang berbeda jika dibandingkan dengan jenis BBM bersubsidi atau BBM penugasan yang penetapan kebijakannya diatur penuh oleh pemerintah.

Sebelum harga anyar untuk periode Agustus ditetapkan, acuan harga yang berlaku masih menggunakan daftar tarif per Juli 2026.

Sebagai ilustrasi untuk wilayah Sulawesi Selatan, termasuk kota Makassar, harga Pertamax berada di angka Rp16.650 per liter.

Baca Juga  Harga iPhone 17 Terbaru Turun Jelang Peluncuran Lini iPhone 18 September

Pada periode penyesuaian awal Juli lalu, harga Pertamax tercatat tidak mengalami perubahan.

Di sisi lain, untuk produk subsidi seperti Pertalite dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi sebesar Rp6.800 per liter. Besaran harga ini dapat bervariasi bergantung pada lokasi wilayah serta regulasi pajak setempat.

Tren Penurunan Harga Jenis BBM Nonsubsidi Lainnya

Walaupun nominal Pertamax bertahan pada Juli 2026, sejumlah varian produk BBM nonsubsidi Pertamina lainnya justru sudah lebih dulu mengalami penurunan harga.

Beberapa lini produk yang terkoreksi meliputi Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex.

Data harga periode Juli mencatat Pertamax Turbo mengalami penurunan dari kisaran awal Rp20.750–Rp21.650 per liter menjadi Rp19.300–Rp20.150 per liter, menyesuaikan wilayah distribusi.

Selanjutnya, jenis Dexlite terkoreksi dari rentang Rp23.000–Rp24.000 per liter menuju posisi Rp19.700–Rp21.150 per liter.

Adapun Pertamina Dex turun dari kisaran Rp23.500–Rp25.900 per liter menjadi di kisaran Rp21.150–Rp25.350 per liter.

Kondisi bertahannya harga Pertamax di tengah penurunan varian lain inilah yang memicu rasa penasaran masyarakat, apakah giliran Pertamax yang akan disesuaikan pada Agustus.

Daftar Acuan Harga BBM Pertamina di Sulawesi Selatan (Juli 2026)

Sambil menantikan pengumuman resmi per 1 Agustus 2026, berikut daftar harga BBM yang menjadi pedoman di Sulawesi Selatan selama Juli 2026:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax: Rp16.650 per liter
  • Pertamax Pertashop: Rp16.550 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
  • Dexlite: Rp20.150 per liter
  • Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
  • Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
Baca Juga  Pencarian Korban Banjir Bandang Arosuka Diperluas hingga 14 Kilometer

Daftar di atas murni merupakan tarif yang berlaku pada bulan Juli 2026 dan bukan merupakan ketetapan baru untuk bulan Agustus 2026.

Faktor Pengaruh dan Kepastian Status Pertalite

Perubahan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh evaluasi beberapa variabel pendukung, seperti fluktuasi harga minyak dunia serta pergerakan nilai tukar mata uang.

Oleh karena itu, penurunan harga minyak global tidak serta-merta membuat harga Pertamax langsung turun secara otomatis dalam besaran yang persis sama tanpa kalkulasi matang.

Di samping itu, masyarakat diharapkan dapat membedakan antara Pertamax dan Pertalite. Sebagai BBM bersubsidi, Pertalite tidak mengikuti mekanisme penyesuaian BBM nonsubsidi.

Saat ini harga Pertalite bertahan di level Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi di Rp6.800 per liter, sehingga kabar mengenai Pertamax tidak serta-merta mengubah tarif Pertalite.

Kepastian resmi mengenai penyesuaian tarif Pertamax masih harus menunggu rilis harga terbaru saat memasuki 1 Agustus 2026.

Apabila terjadi penurunan harga, nominal anyar tersebut nantinya bisa disandingkan dengan angka acuan bulan Juli yang berada pada level Rp16.650 per liter untuk kawasan Sulawesi Selatan. (*)