SERUNI.CO – Kabar bahagia datang dari pasangan selebritas El Rumi dan Syifa Hadju yang resmi mengikat janji suci pernikahan, Minggu (26/4/2026).
Prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Hotel Raffles, Jakarta.
Momen ijab kabul dilaporkan berjalan dengan sangat lancar, di mana El Rumi berhasil mengucapkannya hanya dalam satu tarikan napas.
Pernikahan ini menjadi puncak dari rangkaian acara yang telah dimulai sejak prosesi siraman emosional pada 24 April lalu.
Mahar Unik Berp simbol Tahun 2026
Salah satu hal yang menarik perhatian publik dalam prosesi ini adalah nominal mahar yang diberikan oleh El Rumi.
Berdasarkan keterangan salah satu tamu undangan, Hana Shahab, El memberikan mahar berupa uang tunai dan logam mulia.
“Maharnya 2.026 poundsterling, ditambah emas,” ungkap Hana Shahab.
Pemilihan angka 2.026 poundsterling tersebut diketahui memiliki makna khusus yang merujuk pada tahun pernikahan mereka, sekaligus menjadi simbol dimulainya lembaran baru bagi keduanya.
Pihak keluarga kedua mempelai sepakat untuk menciptakan suasana akad yang benar-benar intim dan sakral.
Untuk menjaga kekhidmatan, para tamu undangan diminta untuk tidak menggunakan gawai maupun mengambil foto selama prosesi berlangsung.
“HP kita di-silence semua, mereka ingin suasananya benar-benar khidmat,” tambah Hana.
Aturan ini diterapkan agar setiap momen terasa lebih fokus dan penuh makna bagi keluarga serta kerabat dekat yang hadir.
Saksi Penting dan Resepsi Pernikahan
Prosesi akad nikah ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang bertindak sebagai saksi.
Dari pihak El Rumi, saksi diwakili oleh Sakti Wahyu Trenggono, sedangkan dari pihak Syifa Hadju diwakili oleh Adhyaksa Dault.
Setelah agenda akad selesai, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di hari yang sama.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan momen bahagia ini, rangkaian pernikahan El dan Syifa juga dijadwalkan tayang melalui stasiun televisi SCTV.
Pernikahan ini membuktikan bahwa kesakralan sebuah momen dapat terbangun melalui konsep yang personal dan hangat, mulai dari pemilihan mahar yang bermakna hingga suasana yang jauh dari distraksi digital. (*)











