SERUNI.CO – Kabut tipis dan medan berlumpur di Jorong Kubang Balambak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, menjadi saksi bisu perjuangan pendidikan di pelosok Sumatera Barat (Sumbar).
Di wilayah yang sulit dijangkau ini, akses internet yang biasanya menjadi kebutuhan dasar, selama ini merupakan barang mewah bagi siswa SD Negeri 04 Simpang Kapuak.
Kisah pilu ini mencuat setelah sebuah video viral memperlihatkan para siswa berseragam merah putih harus menembus hujan deras dan jalanan licin demi mencari titik sinyal internet untuk mengikuti tes akademik berbasis komputer.
Menanggapi kenyataan getir tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica Salsabila Setiawan, turun langsung ke lokasi untuk memberikan solusi nyata.
Perjalanan Menembus Medan Terjal
Menuju SD Negeri 04 Simpang Kapuak bukanlah perkara mudah. Cindy Monica merasakan langsung beratnya akses infrastruktur yang setiap hari dilalui warga.
Kendaraan rombongan harus berjibaku melewati kubangan lumpur tebal dan tanjakan curam yang licin akibat sisa hujan.
Bagi Cindy, kunjungan ini merupakan respons atas rasa prihatinnya melihat video perjuangan guru dan murid di sekolah tersebut.
“Ketika saya melihat video itu, hati saya benar-benar tergerak. Anak-anak dan para guru harus berjalan di tengah hujan, melewati jalan berlumpur hanya untuk mendapatkan sinyal internet agar bisa mengikuti ujian. Ini bukan sekadar soal jaringan, tetapi soal masa depan pendidikan mereka,” ungkap Cindy Monica, Kamis (7/5/2026) lalu.
Internet Sebagai Jembatan Harapan
Setibanya di lokasi, Cindy menyerahkan bantuan perangkat internet untuk mendukung proses pembelajaran digital dan pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Kehadiran bantuan ini disambut haru oleh para guru dan antusiasme tinggi dari para siswa yang selama ini terisolasi dari dunia digital.
Cindy menegaskan bahwa setiap anak, terlepas dari lokasi geografisnya, memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi dan mengejar cita-cita.
“Anak-anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita mereka. Jangan sampai keterbatasan jaringan membuat mereka tertinggal,” tegasnya.
Komitmen Negara Terhadap Infrastruktur Digital
Kunjungan ke Simpang Kapuak ini menjadi pengingat pentingnya pemerataan infrastruktur digital di daerah terpencil.
Cindy menilai bahwa akses internet bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan jembatan bagi anak-anak di pelosok untuk melihat dunia yang lebih luas.
“Kehadiran internet ini bukan hanya bantuan perangkat, tetapi menjadi jembatan harapan agar mereka bisa melihat dunia yang lebih luas. Negara tidak boleh kalah oleh jarak dan medan,” pungkas Cindy.
Kini, sinyal internet telah hadir di sekolah tersebut. Meski lumpur masih membekas di jalanan desa, masa depan siswa SDN 04 Simpang Kapuak kini tak lagi harus dicari di bawah guyuran hujan, melainkan dari balik layar komputer di dalam kelas mereka. (*)












