Berita

Andre Rosiade Ungkap Penyebab Semen Padang FC Degradasi ke Liga 2

×

Andre Rosiade Ungkap Penyebab Semen Padang FC Degradasi ke Liga 2

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, memberikan pernyataan resmi terkait merosotnya performa tim hingga harus terdegradasi ke Liga 2.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Senin (4/5/2026), Andre menegaskan bahwa kegagalan musim ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab internal klub.

Menurutnya, perbaikan kualitas kompetisi yang dilakukan PSSI, termasuk kebijakan Ketua Umum Erick Thohir mendatangkan wasit asing, telah membuat liga jauh lebih profesional. Hal ini menutup ruang bagi tim untuk menyalahkan faktor eksternal.

“Tidak mungkin saya bersuara kalau memang kekalahan kita disebabkan karena kesalahan kita sendiri. Dan itulah yang terjadi di musim ini. Kekalahan itu murni karena kita sendiri. Maka yang harus dilakukan adalah introspeksi, bukan mencari kambing hitam,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut.

Tanggung Jawab Moral dan Tantangan Finansial

Andre menjelaskan posisinya sebagai suporter yang memiliki tanggung jawab moral besar sejak klub mengalami krisis finansial pada 2017.

Baca Juga  Semen Padang FC Resmi Rekrut Winger M Rahmat dan Ari Maring

Ia mengungkapkan bahwa PT Semen Padang selaku pemilik hanya sanggup mengucurkan dana sekitar Rp15 miliar, sementara operasional tim jauh lebih tinggi.

Guna menutupi kekurangan tersebut, Andre mengaku telah membantu mencarikan sponsor senilai hampir Rp20 miliar.

Ia juga memaparkan bahwa setiap laga kandang membutuhkan biaya operasional sekitar Rp211 juta yang seringkali tidak tertutup oleh pemasukan tiket.

“Siapa Andre Rosiade? Saya sama dengan suporter lainnya. Tapi saya merasa punya tanggung jawab moral. Ketika tim ini hampir dijual pada 2019, saya meminta agar tidak dijual. Saya turun tangan mencarikan dana agar klub tetap bisa berkompetisi,” ungkapnya.

Bantahan Isu Politisasi dan Pengeluaran Pribadi

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini juga membantah keras tudingan politisasi klub. Ia menegaskan tidak pernah memanfaatkan basis suporter untuk kepentingan politik.

Untuk membuktikan loyalitasnya, Andre menyebut beberapa langkah taktis yang ia biayai menggunakan dana pribadi, di luar anggaran sponsor.

  • Menempatkan Braditi Moulevey sebagai komisaris tanpa bayaran dari klub.

  • Menggaji Direktur Teknik Yeyen Tumena menggunakan dana pribadi.

  • Mendukung operasional teknis agar tetap berjalan meski ia hanya berstatus penasihat.

Baca Juga  Kandidat Pelatih Baru Semen Padang FC Mengerucut, Stefano Cugurra Teco?

Infrastruktur dan Masa Depan Stadion Haji Agus Salim

Terkait fasilitas, Andre menyoroti renovasi Stadion Haji Agus Salim yang sebelumnya tidak memenuhi standar. Melalui kolaborasi dengan BUMN, sejumlah fasilitas seperti videotron dan jogging track telah diperbaiki.

Bahkan, rencana besar renovasi stadion menjadi single seat dengan kapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton sedang memasuki tahap lelang anggaran negara.

Momentum Bangkit di Liga 2

Menutup keterangannya, Andre mengajak seluruh pihak untuk menerima kenyataan pahit ini sebagai pelajaran.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan di Liga 2 memerlukan anggaran minimal Rp25 miliar agar bisa kembali promosi ke kasta tertinggi.

“Sekarang nasi sudah jadi bubur. Semua sedih, saya juga sedih. Tapi ini harus jadi momentum untuk bangkit. Pertanyaannya, siapa yang akan membiayai dan membawa Semen Padang kembali ke Liga 1,” pungkas Andre. (*)