SERUNI.CO – Pelaksanaan Chef de Mission (CDM) Meeting II resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan oleh Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026.
Penundaan agenda penting ini kian menyita perhatian publik terkait kesiapan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut, kendati belum ada konfirmasi resmi mengenai pergeseran jadwal utama maupun pembatalan ajang Porprov.
Kebijakan penundaan ini tertuang melalui surat resmi Panitia Besar Porprov XVI Sumbar Tahun 2026 bertanda kop Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar.
Pemberitahuan bertajuk penundaan CDM II tersebut diterbitkan lewat Surat Nomor 019/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026 yang dikeluarkan di Padang pada Jumat, 18 September 2026.
Surat ini ditujukan secara resmi kepada Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat serta jajaran Technical Delegate (TD) cabang olahraga Porprov XVI Sumbar Tahun 2026. Salinan surat juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat serta Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat.
Lewat dokumen tersebut, pihak panitia besar mengonfirmasi bahwa agenda CDM Meeting II yang semula telah dirancang kini harus ditangguhkan hingga keputusan berikutnya.
Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan Chef de Mission Meeting II (CDM II) PORPROV XVI Sumatera Barat Tahun 2026, bersama ini disampaikan bahwa pelaksanaan CDM II yang telah direncanakan sebelumnya ditunda sampai waktu yang akan ditetapkan kemudian.
PB Porprov XVI Sumbar menegaskan bahwa rincian jadwal dan informasi susulan terkait pelaksanaan CDM II akan diumumkan kembali melalui surat pemberitahuan resmi berikutnya.
Surat pemberitahuan itu diakhiri dengan imbauan agar menjadi perhatian bersama, serta ditandatangani langsung oleh Ketua PB Porprov XVI Sumbar Tahun 2026, Editiawarman, S.Pd., M.M.
Sorotan Pengamat Olahraga Sumatera Barat
Keputusan menunda CDM Meeting II tanpa tenggat waktu pengganti yang pasti memicu tanggapan dari kalangan pemerhati olahraga daerah.
Pengamat sekaligus pencinta olahraga Sumatera Barat, Arief Kamil, berpandangan bahwa tertundanya rapat koordinasi ini mengisyaratkan adanya hambatan cukup serius dalam proses persiapan penyelenggaraan Porprov.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kepastian pelaksanaan maupun isu pembatalan tetap harus menunggu pengumuman resmi otoritas berwenang.
“CDM Meeting merupakan forum koordinasi tertinggi antara panitia penyelenggara (organizing committee) dan para ketua kontingen daerah. Jika pertemuan ini ditunda tanpa kejelasan waktu, itu adalah pertanda utama ada kendala yang sangat besar di tingkat pusat,” ujar Arief di Padang, Jumat (18/9/2026).
Arief mengurai bahwa persoalan mendasar dalam ajang olahraga multievent biasanya berakar dari ketersediaan alokasi anggaran, kesiapan fasilitas sarana dan prasarana, hingga hambatan teknis operasional yang belum terencana matang.
Tanpa adanya forum CDM Meeting II yang tepat waktu, kontingen dari daerah peserta dinilai bakal kehilangan rujukan teknis serta kepastian operasional yang mendasar untuk memberangkatkan para atlet menuju arena laga.
Kontingen dan Atlet Menanti Titik Terang
Sampai berita ini diturunkan, jajaran pengurus KONI Kabupaten/Kota bersama para atlet dari berbagai wilayah tetap fokus menjalani program latihan rutin.
Mereka kini menggantungkan harapan pada kejelasan arah kebijakan dari PB Porprov mengenai kelanjutan Porprov Sumbar XVI Tahun 2026.
Masyarakat dan pegiat olahraga Sumatera Barat pun berharap para pemangku kepentingan segera menghadirkan solusi konkret guna kepastian jadwal CDM Meeting II serta kejelasan pelaksanaan Porprov Sumbar XVI.












