Berita

Bantuan Pangan Bulog di Dharmasraya Tuntas 100 Persen

×

Bantuan Pangan Bulog di Dharmasraya Tuntas 100 Persen

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Pendistribusian bantuan pangan dari Perum Bulog bagi 30.025 penerima manfaat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), dipastikan telah rampung sepenuhnya atau menembus angka 100 persen.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya.

“Bantuan pangan yang disalurkan ini untuk alokasi Januari sampai Juni tahun ini,” kata Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Dharmasraya, Hasto Kuncoro, di Pulau Punjung, Kamis (23/7/2026).

Hasto merincikan, total komoditas yang disalurkan ke seluruh wilayah Dharmasraya menembus angka 600,500 ton beras serta 120.100 liter minyak goreng.

Cakupan Wilayah dan Mekanisme Pendistribusian

Sebaran bantuan pangan tersebut menjangkau 52 nagari (desa adat) yang tersebar di 11 kecamatan se-Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga  Polsek Padang Selatan Tangkap Pencuri Besi Pagar Bengkel di Dalam Angkot

Penyaluran paket bantuan melibatkan pihak pemerintah kecamatan hingga kelurahan demi memastikan program tepat sasaran sesuai tenggat Juni 2026.

“Kalau teknisnya, bulog yang langsung mendistribusikan ke nagari, kemudian penyaluran dilakukan PSM ke penerima manfaat. Kita pemda sifatnya pemantauan, dan pemerintah nagari memberi dukungan teknis di lapangan. Jadi, data penerima manfaat ini langsung dari Bulog,” ungkap dia.

Ia menerangkan bahwa melalui skema program ini, tiap-tiap penerima manfaat memperoleh alokasi empat liter minyak goreng dan 20 kilogram beras sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan.

Baca Juga  Alex Indra Lukman Kawal Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kota Padang

Jaminan Kualitas dan Dampak Bagi Masyarakat

Dinas Pangan dan Perikanan memastikan komoditas beras yang diterima warga dalam kondisi layak konsumsi lantaran telah melalui proses pemeriksaan mutu sebelum dibagikan.

Kehadiran program bantuan ini diharapkan mampu memotong beban pengeluaran konsumsi harian keluarga penerima manfaat, di samping menjaga kondusivitas sosial serta menopang kesejahteraan warga secara lebih luas.

“Program ini sekaligus langkah nyata untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat diakses oleh keluarga penerima manfaat,” ujarnya. (*)