Berita

KAI Sumbar Minta Maaf Terkait Kondisi Perlintasan Lubuk Buaya

×

KAI Sumbar Minta Maaf Terkait Kondisi Perlintasan Lubuk Buaya

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Respons cepat diberikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) terkait keluhan prasarana jalan.

Pihak manajemen secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada publik serta para pengendara atas ketidaknyamanan yang dipicu oleh kondisi jalan pada Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 di petak rute Tabing–Duku (kawasan Lubuk Buaya).

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengonfirmasi bahwa perusahaan sangat memahami besarnya perhatian dan keluhan masyarakat terhadap titik perlintasan tersebut.

Oleh karena itu, KAI menegaskan komitmen berkelanjutannya untuk menyokong peningkatan aspek keselamatan di setiap perlintasan sebidang melalui kemitraan bersama lintas sektoral.

“Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera tertangani. Untuk itu, KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” kata Reza Shahab.

Reza memaparkan bahwa jaminan keselamatan di area perlintasan sebidang pada dasarnya merupakan tanggung jawab kolektif.

Baca Juga  Libur Panjang KAI Sumbar Operasikan 112 Perjalanan Kereta Api

Hal ini memerlukan sokongan serta kerja sama terpadu dari berbagai lini, mulai dari jajaran pemerintahan, aparat berwenang, hingga kedisiplinan warga selaku pengguna akses jalan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman. Oleh karena itu, KAI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap permasalahan yang ada dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di samping mendorong realisasi perbaikan infrastruktur secara cepat, KAI konsisten menggulirkan beragam langkah preventif demi mendongkrak angka keselamatan.

Upaya tersebut diwujudkan lewat program edukasi kepada publik, sosialisasi berkendara aman di area perlintasan sebidang, serta evaluasi koordinasi berkala bersama instansi terkait guna menekan risiko insiden kecelakaan.

Pihak KAI Divre II Sumbar juga mengeluarkan seruan penting bagi seluruh pengendara yang melintasi jalur sebidang, terkhusus di kawasan Lubuk Buaya, agar senantiasa melipatgandakan kewaspadaan.

Para pengendara sepeda motor diminta meningkatkan kehati-hatian, utamanya saat intensitas hujan tinggi yang membuat permukaan aspal menjadi licin.

Baca Juga  Dugaan Penganiayaan Pengamen di Padang, Keluarga Karim Gelar Aksi di Pos Satpol PP

Terlebih, kontur posisi perlintasan yang tidak tegak lurus dengan bentangan rel dinilai berpotensi memicu risiko kendaraan tergelincir.

Masyarakat yang berkendara juga diwajibkan memotong laju kecepatan saat mendekati area rel, mematuhi seluruh rambu serta marka lalu lintas yang terpasang, berhembus sejenak guna memastikan situasi benar-benar aman, dan senantiasa mendahulukan jalannya perjalanan kereta api.

Sikap disiplin dari pengguna jalan dipandang sebagai faktor krusial dalam membangun ruang keselamatan.

Melalui kebersamaan yang terjalin erat di antara para pemangku kepentingan, KAI Divre II Sumbar berharap akselerasi peningkatan fasilitas keselamatan perlintasan sebidang dapat segera terwujud.

Dengan demikian, mobilitas masyarakat di jalan raya dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan perlintasan sebidang yang aman. Dengan kolaborasi yang kuat serta kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan akan terus meningkat,” tutup Reza. (*)