SERUNI.CO – Upaya pemulihan akses transportasi di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi via Lembah Anai masih terus berlangsung.
Hingga Rabu (24/6) petang pukul 18.00 WIB, pemblokadean jalan masih diberlakukan secara total akibat dampak bencana tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada siang harinya.
Kendaraan dari kedua arah dilaporkan belum diizinkan melintas lantaran timbunan material longsor yang menguasai badan jalan masih dalam tahap sterilisasi oleh petugas gabungan di lapangan.
Guna mempercepat proses evakuasi tanah, bebatuan, serta lumpur yang menyumbat jalan nasional tersebut, dua unit alat berat telah dikerahkan ke titik lokasi bencana.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Siddiq, menegaskan bahwa penutupan rute strategis ini tetap dipertahankan karena pembersihan material belum rampung sepenuhnya.
Menurutnya, faktor keselamatan publik menjadi hal yang paling mendasar, sehingga arus kendaraan tidak akan dibuka sebelum kondisi jalur benar-benar dinyatakan aman.
“Saat ini jalur masih ditutup sementara. Petugas gabungan bersama dua alat berat masih melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan,” kata Reza.
Kombes Pol. Reza memaparkan bahwa besarnya volume material yang ambruk ke jalan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, sehingga proses pengerjaan memakan durasi yang lebih panjang daripada estimasi semula.
Di samping fokus mengevakuasi timbunan material, jajaran petugas juga bersiaga memantau pergerakan lereng di sekitar area kejadian sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya longsor susulan.
Dirlantas mengimbau kepada para pengemudi yang berada dalam antrean kendaraan untuk tetap tenang, bersabar, dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas yang berjaga.
Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, baik dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun rute sebaliknya, disarankan untuk mengalihkan perjalanan lewat jalur alternatif agar tidak terjebak dalam penumpukan kendaraan di sekitar titik bencana.
Peristiwa longsor ini diketahui terjadi pada siang hari dan seketika melumpuhkan total urat nadi transportasi vital tersebut.
Material yang runtuh dari tebing membuat akses jalan sama sekali tidak dapat dilewati. Bahkan, hingga pukul 13.43 WIB, eskalasi material dilaporkan masih terus berjatuhan dari atas lereng bukit, yang memicu keputusan penutupan jalur demi keselamatan bersama.
Personel kepolisian berkolaborasi dengan instansi lintas sektoral langsung mengamankan area dan mengendalikan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian untuk mengeliminasi risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan lainnya.
Pihak berwajib pun meminta warga agar terus memantau pembaruan informasi resmi mengenai penanganan di Lembah Anai dan senantiasa memprioritaskan keselamatan berkendara. (*)












