SERUNI.CO – Semen Padang FC kembali menghadapi situasi sulit setelah dipastikan terdegradasi dari Liga 1 musim 2025/2026.
Kali ini, klub berjuluk Kabau Sirah itu harus menerima sanksi denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah suporter dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang berlangsung pada 19, 20, dan 26 Mei 2026, Semen Padang FC dijatuhi denda total sebesar Rp90 juta.
Hukuman tersebut berkaitan dengan dua pelanggaran yang terjadi saat laga menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, pada 15 Mei 2026.
Manajemen Semen Padang FC dinilai tidak mampu mengendalikan perilaku suporter, baik yang terjadi di dalam stadion maupun di luar area pertandingan.
Pelanggaran pertama terjadi saat pertandingan berlangsung. Pada menit ke-69, seorang suporter yang berada di Tribun Timur kedapatan melempar sepatu ke arah Asisten Wasit 2.
Tindakan tersebut dinilai membahayakan perangkat pertandingan sehingga Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp30 juta.
Pelanggaran berikutnya terjadi setelah pertandingan berakhir. Sekelompok suporter menyalakan flare atau suar ketika bus tim Semen Padang FC hendak meninggalkan kawasan stadion.
Aksi tersebut dianggap melanggar aturan keselamatan dan keamanan sehingga klub kembali dikenakan sanksi denda sebesar Rp60 juta.
“Setiap tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya laga dan keamanan, termasuk pelemparan benda ke lapangan serta penggunaan flare, merupakan pelanggaran berat yang tidak toleransi,” tulis pernyataan resmi Komdis PSSI dalam rilis keputusannya.
Akumulasi dari dua pelanggaran tersebut membuat Semen Padang FC harus membayar denda sebesar Rp90 juta.
Sanksi ini menjadi perhatian karena terjadi dalam satu pertandingan dan menambah catatan negatif bagi klub asal Sumatera Barat tersebut.
Situasi ini semakin memperberat kondisi Semen Padang FC yang baru saja dipastikan turun kasta ke Liga 2.
Kabau Sirah mengakhiri kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 di peringkat ke-17 atau berada di zona degradasi.
Sepanjang musim, Semen Padang FC hanya mampu mengumpulkan 20 poin dari 34 pertandingan.
Dari jumlah tersebut, tim mencatatkan lima kemenangan, lima hasil imbang, dan 24 kekalahan.
Dengan kondisi tersebut, manajemen klub tidak hanya dihadapkan pada tugas menyusun strategi untuk kembali ke Liga 1, tetapi juga harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pertandingan serta pembinaan dan edukasi kepada suporter agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)












