SERUNI.CO – Kelancaran arus lalu lintas menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diperkirakan bakal mengalami sedikit penyesuaian menyusul adanya penutupan sementara pada salah satu jalur akses masuk.
Kebijakan ini diberlakukan selama dua hari, tepatnya pada 9 hingga 10 Juni 2026, karena adanya pengerjaan pembersihan jaringan listrik serta pemangkasan pohon oleh pihak PLN di kawasan fly over Bandara Internasional Minangkabau.
Feni Lindriany selaku Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Minangkabau mengonfirmasi bahwa aktivitas pemeliharaan tersebut bakal dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga tuntas.
Proses pengerjaan ini diakui berpotensi memicu terjadinya perlambatan laju kendaraan yang mengarah ke terminal bandara.
Secara teknis, Feni menjelaskan penutupan berkala ini menyasar Jalur 2 Fly Over BIM yang merupakan bagian dari akses utama kawasan bandara.
Atas kondisi tersebut, dirinya meminta kepada seluruh pengguna jasa bandara—baik itu calon penumpang, pihak pengantar, maupun penjemput—agar menyusun ulang manajemen waktu perjalanan mereka demi mengantisipasi potensi kemacetan di area pengerjaan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Minangkabau untuk datang lebih awal dan menyesuaikan jadwal keberangkatan menuju bandara. Langkah ini penting untuk menghindari keterlambatan akibat potensi kepadatan lalu lintas selama proses pemangkasan pohon dan pembersihan jaringan oleh PLN,” terang Feni Lindriany kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Dirinya memaparkan bahwa agenda ini menjadi bagian dari prosedur pemeliharaan infrastruktur sekaligus jaminan keselamatan di lingkungan sekitar bandara.
Walau penutupan sementara hanya diberlakukan pada satu lajur, para pengguna jalan diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan dan mematuhi instruksi dari petugas yang berjaga di lokasi.
Di samping itu, Feni menyebut manajemen BIM sudah membangun koordinasi dengan instansi terkait.
Sinergi ini dilakukan untuk mengawal agar pengerjaan di lapangan berjalan tanpa kendala, sekaligus menekan dampak negatif terhadap pergerakan publik maupun operasional maskapai.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini dan merencanakan perjalanan lebih awal. Dengan demikian, aktivitas penerbangan tetap berjalan lancar dan calon penumpang dapat tiba di terminal tepat waktu,” tuturnya.
Pihak Bandara Internasional Minangkabau juga turut menyampaikan rasa terima kasih atas pengertian serta kerja sama yang ditunjukkan oleh segenap pengguna jasa sepanjang pengerjaan ini bergulir.
Manajemen menaruh harapan agar proses pembersihan jaringan dan pemangkasan pohon tersebut dapat rampung tepat waktu, sehingga jalur penghubung bandara bisa kembali normal dan nyaman dilalui. (*)










