Berita

Bank Muamalat dan BMM Bangun Dua Musala di Aceh Tamiang

×

Bank Muamalat dan BMM Bangun Dua Musala di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Infrastruktur keagamaan bagi warga yang terdampak musibah alam di Provinsi Aceh kini mulai pulih.

Langkah nyata ditempuh oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) melalui pembangunan dua unit musala baru yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kehadiran sarana ibadah ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan spiritual sekaligus membangkitkan kembali interaksi sosial warga setempat.

Saat ini, fasilitas ibadah berupa Musala Al Fath yang berlokasi di Desa Jamur Labu, Kecamatan Rantau, serta Musala Al Muamalah yang bertempat di Alur Hitam, Desa Serba, Kecamatan Bandar Pusaka, sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Keberadaan dua rumah ibadah ini diperkirakan mampu menjangkau sekitar 900 kepala keluarga sebagai upaya mendukung pemulihan aktivitas spiritual dan ekosistem sosial pascabencana.

Baca Juga  BMM Salurkan Bantuan Ramadan 2026 ke 33.905 Penerima Manfaat

Sumber Pendanaan dan Fungsi Kawasan Rumah Ibadah

Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, menerangkan bahwa kedua tempat ibadah tersebut didirikan dengan konstruksi yang layak agar pemenuhan kebutuhan spiritual warga dapat terpenuhi dengan baik.

Dari segi pendanaan, proses pembangunannya bersumber dari dana zakat perusahaan dan infak nasabah melalui aplikasi mobile bankingMuamalat DIN.

“Fasilitas ibadah turut terdampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu. Hadirnya dua musala ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, serta aktivitas sosial masyarakat pascabencana,” ujar Tegar.

Semangat Gotong Royong dan Kebangkitan Warga

Selama berjalannya proses konstruksi fisik, warga setempat ikut terlibat secara aktif dan saling bahu-membahu.

Baca Juga  Satpol PP Padang Dampingi PUPR Segel Kafe Tanpa Izin

Partisipasi warga mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap fasilitas yang tersedia.

Tegar mengungkapkan, tokoh masyarakat, pengurus musala, maupun warga setempat sangat mengapresiasi terwujudnya dua musala tersebut.

Keberadaan tempat ibadah yang representatif dan layak tidak hanya bernilai sebagai sarana ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pemulihan, media silaturahmi, serta tempat untuk menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit.

Melalui program ini, pihak Bank Muamalat dan BMM berharap dapat terus berkontribusi menyediakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pihak manajemen menegaskan bahwa aspek spiritual, sosial, dan kemanusiaan menjadi komitmen dan prioritas kedua institusi yang diwujudkan dalam beragam program yang bermanfaat untuk umat. (*)