SERUNI.CO – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Pulau Sipora sejak Jumat (8/5/2026) dini hari mengakibatkan banjir di dua desa di Kecamatan Sipora Selatan.
Desa Saureinu dan Desa Silaoinan dilaporkan terendam luapan air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 120 sentimeter di sejumlah titik pemukiman.
Kondisi cuaca ekstrem mulai melanda wilayah tersebut sejak pukul 03.00 WIB. Setelah diguyur hujan selama kurang lebih empat jam, debit air mulai meluap dan memasuki rumah warga.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai menerima laporan resmi terkait kondisi ini pada pukul 07.50 WIB.
Respon Cepat dan Prioritas Kelompok Rentan
Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, langsung memerintahkan personel untuk melakukan asesmen lapangan guna memetakan zona terdampak paling parah.
Tim rescue difokuskan untuk mengamankan warga, terutama kalangan lansia dan anak-anak.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Begitu informasi banjir masuk, tim rescue langsung diterjunkan ke Sipora Selatan untuk memastikan evakuasi warga berjalan cepat dan aman,” tegas Benteng.
Pada sore hari sekitar pukul 15.50 WIB, seiring dengan naiknya permukaan air, lima personel tambahan dikirim ke lokasi bencana.
Proses evakuasi berlangsung intensif hingga pukul 16.15 WIB untuk memindahkan kelompok rentan ke area yang lebih tinggi dan aman.
Dukungan Armada dan Teknologi Komunikasi
Dalam operasi tanggap darurat ini, Tim SAR Mentawai mengerahkan armada Rescue D-Max serta perahu karet tipe LCR untuk menembus kawasan yang tergenang cukup dalam.
Menariknya, personel juga menggunakan perangkat komunikasi satelit Starlink guna menjamin koordinasi lapangan tetap stabil meski di tengah kendala sinyal akibat cuaca buruk.
Operasi penyelamatan ini merupakan sinergi antara Kantor SAR Mentawai dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai serta unsur potensi SAR lainnya.
Kewaspadaan Terhadap Banjir Susulan
Hingga saat ini, proses pendataan terhadap jumlah korban dan warga yang mengungsi masih terus dilakukan.
Benteng Hilton menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara real-time dan siap mengirimkan bantuan tambahan jika kondisi memburuk.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan dan segera menghubungi call center darurat jika memerlukan bantuan evakuasi segera. (*)












