Berita

Hari Kartini 2026, Mengenang Perjuangan Srikandi Padang di Garis Depan Pandemi

×

Hari Kartini 2026, Mengenang Perjuangan Srikandi Padang di Garis Depan Pandemi

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Peringatan Hari Kartini kembali menggema di Kota Padang. Namun, bagi masyarakat setempat, momentum ini bukan sekadar perayaan busana tradisional.

Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat kuat akan dedikasi kelompok perempuan tangguh yang lima tahun lalu menjadi benteng pertahanan terakhir saat pandemi Covid-19 melanda Sumatera Barat.

Meskipun waktu telah berlalu, memori kolektif tentang perjuangan ibu rumah tangga di garda terdepan tetap hidup.

Di masa krisis tersebut, mereka muncul sebagai penyambung hidup bagi warga yang terdampak, bergerak secara mandiri di tengah segala keterbatasan.

Solidaritas Akar Rumput yang Terlupakan

Para pejuang perempuan ini bergerak dalam senyap tanpa mengharap sorotan kamera atau tanda jasa. Aksi nyata yang mereka lakukan meliputi:

  • Penyediaan Logistik: Memasak dan mendistribusikan makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.
  • Galang Donasi: Menghimpun dana secara spontan dari lingkungan sekitar.
  • Motor Solidaritas: Menjadi penggerak bantuan sosial di tingkat rukun tetangga.
Baca Juga  Pemko Padang dan UniKL Malaysia Jalin Kerja Sama Pendidikan Global

Kendati kontribusi mereka menjadi napas bagi keluarga yang terdampak ekonomi dan kesehatan, para pejuang akar rumput ini merasa kehadiran dan dukungan negara masih sangat minim saat itu.

Perhatian pemerintah daerah dinilai belum sepenuhnya menyentuh mereka yang bekerja di level paling bawah.

Suara Srikandi, Pengakuan Atas Peran Domestik

Salah satu sosok yang konsisten hingga kini adalah Srikandi Bertepatan, seorang ibu rumah tangga asal Padang yang menjadi simbol kegigihan perempuan lokal.

Ia mengenang bagaimana mereka harus berjalan sendiri tanpa dukungan resmi dari pemerintah daerah di masa sulit tersebut.

“Waktu pandemi dulu, kami tidak berpikir panjang soal risiko. Yang kami tahu, kalau tetangga tidak makan, itu tanggung jawab kami juga. Kami bergerak apa adanya, meski jujur saja, kami merasa berjalan sendiri tanpa dukungan resmi dari pemerintah daerah kala itu,” kenang Srikandi, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga  Dukung Operasional 200 Ribu Agen Pos, Telkomsel dan PosDigi Luncurkan Paket Sat Set

Bagi Srikandi, esensi Hari Kartini di tahun 2026 harus berfokus pada pengakuan nyata terhadap peran perempuan yang berdampak luas bagi publik, bukan sekadar penghargaan seremonial.

“Kami tidak butuh piagam. Kami hanya ingin pemerintah sadar bahwa perempuan di tingkat bawah adalah fondasi kekuatan sosial saat krisis. Jangan panggil kami hanya saat butuh suara, tapi perhatikanlah pemberdayaan kami secara nyata,” tuturnya.

Peringatan Hari Kartini di Padang tahun ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput sebagai fondasi kekuatan sosial daerah. (*)